Indonesia Masters 2021: Ganda Putra Muda Merah Putih Termotivasi Hasil di Jerman Open

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUSA DUA – Ganda putra muda Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mengaku termotivasi dengan hasil yang diraih di Jerman Open 2021.

Leo/Daniel akan bersaing dengan pasangan dari negara lain dan Indonesia di ajang Indonesia Masters 2021, 16-21 November di Nusa Dua, Bali. Keduanya semakin termotivasi setelah menjadi runner-up di Jerman Open pekan lalu.

Kendati menjadi runner-up, prestasi ini dijadikan momentum untuk bermain maksimal di Indonesia Masters 2021 yang berlangsung di Bali International Convention Centre & Westin Resort.

“Pengalaman naik podium di Jerman kemarin, memicu semangat tanding kami. Masih tetap perlu perbaikan kondisi fisik di sini,” ujar Leo.

Sama seperti pemain Indonesia lain yang baru tampil di Jerman pekan lalu, Leo masih merasakan jet lag dan kondisi fisik yang belum pulih. Namun, pemain asal Klaten ini terus berupaya meningkatkan kondisi fisik dan performanya

“Target pastinya juara ya. Tapi lihat saja nanti di lapangan,” katanya.

Daniel juga mengaku prestasi hingga babak final di Jerman memicu semangat untuk tampil lebih baik lagi Indonesia Masters 2021. Kali ini, Daniel yang sempat memecahkan rekor smash tercepat saat di Jerman Open 2021 bakal memberikan penampilan terbaiknya, kendati masih didera kelalahan fisik akibat jet lag.

“Persaingan di ganda putra semakin ketat, tetapi kami mau tampil lebih baik di tiap babak. Hasil kemarin di Jerman jelas membuat percaya diri meningkat,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini