Hore! Pertamina Turunkan Harga Pertalite Setara Premium

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar baik bagi penguna kendaraan berbahan bakar jenis Pertalite. PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM tersebut jadi seharga Premium, untuk mendukung program Langit Biru.

Penurunan harga BBM jenis Pertalite tersebut, berlaku di 14 SPBU di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Region Manager Communication Relations & CSR Sumbagsel PT Pertamina (Persero), Dewi Sri Utami, mengatakan program Langit Biru tersebut mengajak masyarakat agar menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

“Kota Palembang jadi pilot di Pulau Sumatera untuk program ini, kami ingin mengajak masyarakat merasakan sensasi pertalite harga premium,” ujar Dewi usai audiensi dengan Pemkot Palembang, Selasa 6 Oktober 2020.

Dia menjelaskan penurunan harga Pertalite jadi setara Premium ini berlaku pada minggu ke-4 Oktober 2020. Pertamina bakal menurunkan harga Pertalite dari Rp 7.850 menjadi Rp 6.450 khusus untuk kendaraan roda dua, roda tiga, taksi dan kendaraan plat kuning.

Menurutnya, pada 14 SPBU dari 39 SPBU yang ada di Kota Palembang, akan ada jalur khusus untuk kendaraan-kendaraan yang bisa membeli Pertalite dengan harga konversi Rp 6.450, terpisah dari jalur pertalite harga normal Rp7.850.

“Untuk masyarakat yang mampu pakai Pertalite yang biasa saja,” tambahnya.

Menurut dia Palembang dipilih sebagai pilot program Langit Biru karena kadar polusi di wilayah itu termasuk paling rendah pada 2019 dan tingkat konsumsi bahan bakar rendah emisi (Pertalite – Pertamax) juga cukup tinggi.

Rencananya konversi harga Pertalite ke Premium itu akan berlangsung hingga Desember 2020. Semasa program Langit Biru ini, Premium tidak dijual di Palembang selama periode tersebut.

Ia menjelaskan penggunaan bahan bakar Pertalite yang lebih berkualitas akan berdampak pada kualitas udara yang semakin baik, tujuan tersebut sejalan dengan komitmen kelestarian lingkungan dari pemerintah Indonesia.

“Kami mengajak masyarakat menggunakan bahan bakar ramah lingkungan sesuai aturan Kemen LHK dan standar Euro 4 dengan minimal RON 91, pemakaian Pertalite juga membuat mesin kendaraan lebih awet ” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini