Guardiola Ungkap Penyebab City Jauh Tertinggal dari Liverpool

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Liverpool sangat superior musim ini di Liga Premier Inggris. Mereka menjadi juara dengan selisih 18 poin dari Manchester City di posisi dua. Apa penyebabnya?

Liverpool meraih gelar Liga Premier Inggris pertamanya musim 2019/20. Anak asuh Juergen Klopp sudah memastikan gelar juara ketika masih menyisakan tujuh pertandingan lagi.

City harus puas finis sebagai runner-up dengan selisih 18 poin. Padahal, dua musim sebelumnya Sergio Aguero dkk. mampu menjadi juara Liga Premier Inggris dimana salah satunya mencatatkan rekor baru dengan mengemas 100 poin.

Pep Guardiola mengatakan, anak asuhnya tak mampu tampil konsisten dan gairahnya tak sama seperti dua musim lalu. Hal itu yang disebut Guardiola sebagai penyebab loyonya penampilan Manchester Biru.

“Saya pikir Liverpool sangat luar biasa musim ini dan saya ingin mengucapkan selamat kepada mereka. Kami tidak konsisten seperti musim-musim sebelumnya ketika kami tampil seperti mesin di setiap pertandingan,” ujar Guardiola, dikutip dari Daily Mail, Selasa 28 Juli 2020.

“Kami banyak menelan kekalahan musim ini tapi cara main kami bagus dan tak banyak penyesalan terkait cara kami bermain. Liverpool memainkan setiap laga layaknya pertandingan terakhir. Mereka bermain di setiap laga seperti mereka tak bisa kalah di pertandingan,” lanjut Guardiola.

Liverpool memang tampil konsisten sepanjang musim. Mereka hanya kalah tiga kali dari 38 laga, tapi dua kekalahan terakhir didapat ketika mereka sudah memastikan menjadi juara Liga Premier Inggris. Sementara City menelan sembilan kekalahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini