Gokil! Raihan Emas Kontingen Indonesia Lampaui Target Menpora

Baca Juga

MATA INDONESIA, FILIPINA – Raihan emas SEA Games 2019 kontingen Indonesia hingga hari ini, Minggu 8 Desember 2019, ternyata telah melampaui target Menpora Zainudin Amali. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun tidak menduga jika atlet-atlet berbakat Indonesia melampaui target 45 medali emas.

Diketahui, sampai pukul 12.00 waktu setempat, Indonesia sudah mengumpulkan 56 medali emas, 52 medali perak dan 66 medali perunggu. Capaian itu membuat kontingen Merah Putih berada di posisi kedua klasemen perolehan medali sementara SEA Games 2019.

“Pencapaian yang di luar dugaan itu tentu saja membuat kami sangat senang. Padahal tadinya 45 medali emas itu target bersih. Kalau tanpa margin eror, kan, 51 medali emas,” ujar Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto di World Trace Center, Manila, Filipina, Minggu 8 Desember 2019.

Menurut Gatot, kontingen Indonesia sangat mungkin untuk mencapai target 60 medali emas SEA Games 2019 dari Presiden Joko Widodo. Apalagi, masih banyak pertandingan perebutan medali yang belum dipertandingkan seperti bulu tangkis, dayung, atletik, renang dan sepak bola.

“Semoga target dari Presiden Joko Widodo untuk berada di peringkat kedua SEA Games 2019 bisa terwujud,” kata Gatot.

Terkait hitung-hitungan medali, pihak Kemenpora memperkirakan minimal 60 medali emas menjadi jumlah paling aman bagi kontingen Indonesia untuk menjadi ‘runner up’ SEA Games 2019.

“Saat ini belum aman. Saya pribadi sangat memerhatikan Thailand yang jumlah medalinya melonjak tinggi. Apalagi masih banyak pertandingan yang belum dipertandingkan,” ujarnya.

Perolehan sementara medali emas Indonesia di SEA Games 2019 jauh lebih baik daripada catatan di SEA Games 2017, di mana Indonesia hanya mendapatkan 38 medali emas, 63 perak dan 90 perunggu.

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini