Giliran Menlu Inggris Lakukan Kunjungan ke Israel & Palestina

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab akan bertemu dengan pemimpin Israel dan Palestina dalam kunjungan satu hari ke Yerusalem dan Tepi Barat. Kabar ini dilaporkan kantor Luar Negeri Inggris.

Raab akan melakukan dialog pada Rabu (26/5) dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Benny Gantz, serta Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh.

“Peristiwa bulan lalu menunjukkan kebutuhan mendesak untuk membuat kemajuan sejati menuju masa depan yang lebih positif bagi Israel dan Palestina,” kata Raab dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters, Rabu, 26 Mei 2021.

“Inggris mendukung solusi dua negara sebagai cara terbaik untuk mewujudkan perdamaian abadi,” sambungnya.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken berjanji dalam misi Timur Tengah bahwa Washington akan memberikan bantuan baru untuk membantu membangun kembali Gaza sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan gencatan senjata antara penguasa Hamas dan Israel.

Berbicara bersama Presiden Mahmoud Abbas di kota Ramallah, Tepi Barat, Blinken mengatakan AS akan memberikan tambahan sebesar 75 juta USD untuk rekonstruksi dan bantuan ekonomi untuk Palestina. Sebanyak 5,5 juta USD dalam bantuan bencana segera untuk Gaza dan 32 juta USD untuk Badan Bantuan PBB di Palestina.

“Jika bantuan didistribusikan dengan benar, maka sebenarnya dapat merusak Hamas karena kelompok itu tumbuh subur dalam keputusasaan dan kesengsaraan karena kurangnya kesempatan,” kata Antony Blinken, melansir Reuters, Rabu, 26 Mei 2021.

Pada konferensi pers tersebut, Blinken juga memperingatkan terhadap tindakan Israel atau Palestina yang berisiko memicu ketegangan dan pada akhirnya merusak solusi dua negara yang menurutnya masih dilakukan oleh Washington.

Sementara Presiden Mahmoud Abbas berterima kasih kepada pemerintahan Presiden Joe Biden atas komitmen untuk solusi dua negara dan mempertahankan status quo di Haram al-Sharif atau Tempat Suci Mulia –yakni kompleks di Yerusalem yang menjadi situs suci tiga agama, Yahudi, Nasrani, dan Islam

Presiden Abbas juga berterima kasih atas dukungan Amerika Serikat dalam pelestarian penduduk Palestina … Sheikh Jarrah, lingkungan Yerusalem Timur di mana potensi penggusuran keluarga Palestina membantu memicu pertempuran Israel-Gaza.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat, Ruang Perubahan Generasi

Oleh: Jaya Abdi Keningar *) Sekolah Rakyat tidak lahir sebagai proyek pendidikan biasa. Ia hadir sebagai jawaban ataspersoalan yang selama puluhan tahun menjadi simpul ketimpangan pembangunan manusiaIndonesia: kemiskinan ekstrem yang diwariskan lintas generasi melalui keterbatasan aksespendidikan bermutu. Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi belajar, melainkan ruang perubahan, tempat negara secara sadar mencoba memutus rantaiketertinggalan dari hulunya. Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang denganpendekatan yang menyentuh akar persoalan sosial. Pendekatan ini menjelaskan mengapaleading sector program ini berada di Kementerian Sosial, bukan semata di kementerianpendidikan. Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai desain tersebut sebagaipilihan kebijakan yang logis karena sasaran utama Sekolah Rakyat adalah kelompok desilsatu dan dua, masyarakat miskin ekstrem yang selama ini tertinggal dari sistem pendidikanreguler. Menurutnya, orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagaiinstrumen mobilitas sosial, bukan hanya pemenuhan administratif. Dalam perspektif pendidikan, kebijakan ini mencerminkan pergeseran paradigma negara. Pendidikan tidak lagi dipahami semata sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagaistrategi intervensi struktural untuk memperbaiki kualitas hidup. Presiden Prabowo Subianto, dalam berbagai kesempatan, menekankan bahwa tujuan pembangunan bukanlah mengejarstatus negara berpendapatan tinggi, melainkan memastikan rakyat hidup layak, makan cukup, sehat, dan anak-anak memperoleh pendidikan yang baik. Penempatan Sekolah Rakyat dalamkerangka besar Asta Cita menunjukkan bahwa pendidikan ditempatkan sejajar denganswasembada pangan dan energi sebagai fondasi kedaulatan bangsa. Namun, tantangan terbesar Sekolah Rakyat justru terletak pada kualitas proses belajar itusendiri. Banyak anak yang masuk ke Sekolah Rakyat membawa beban ketertinggalan literasiyang serius. Dalam dialog publik bertema “Menjaga Literasi Sekolah Rakyat” di TVRI,Kepala Perpustakaan Nasional, E. Aminudin Aziz menegaskan bahwa literasi tidak bolehdipersempit hanya pada kemampuan membaca teks, melainkan kemampuan mengolahinformasi secara kritis untuk meningkatkan kualitas hidup. Pandangan ini menegaskan bahwaliterasi adalah inti dari transformasi, bukan pelengkap kebijakan. Di sinilah perpustakaan Sekolah Rakyat mengambil peran strategis. Perpustakaan tidak lagidiposisikan sebagai ruang sunyi penyimpanan buku, tetapi sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa stigma. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa ketikaperpustakaan dikelola secara aktif, dengan kegiatan membaca bersama, diskusi buku, dan kelas menulis, anak-anak yang semula pasif mulai berani menyampaikan pendapat. Perubahan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam angka, tetapi sangat menentukan arahmasa depan mereka. Pendekatan hibrida yang menggabungkan buku cetak dan teknologi digital juga menjadikunci adaptasi Sekolah Rakyat dengan realitas zaman....
- Advertisement -

Baca berita yang ini