Gattuso: Messi Cuma Bisa Dihentikan dalam Mimpi

Baca Juga

MATA INDONESIA, NAPLES – Pelatih Napoli, Gennaro Gattuso sadar betul sulitnya menghentikan pergerakan Lionel Messi di lapangan. Menurut dia, menghentikan Messi hanya bisa dilakukan dalam mimpi.

Napoli mengakhiri musim Serie A dengan mengalahkan Lazio dengan skor 3-1. Meski demikian, mereka hanya finis di posisi tujuh yang artinya gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Ada satu cara untuk Napoli bisa lolos ke Liga Champions musim depan meski peluangnya sangat tipis, yakni menjuarai Liga Champions musim ini. Tentu bukan perkada mudah bagi Napoli.

Pasalnya, Napoli akan tandang ke Camp Nou, Minggu 9 Agustus 2020 dini hari WIB melakoni leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Pada leg pertama, Partenopei bermain imbang 1-1 di Stadion San Paolo.

Setiap menghadapi Barcelona, tak bisa lepas dari sosok Messi. Gattuso tahu betul sulitnya menghentikan pergerakan pemain berusia 33 tahun tersebut.

“Saya hanya bisa menjaga Messi di dalam mimpi atau saat saya memainkan Napoli melawan Barcelona di PlayStation anak saya ketika saya masih memperkuat Milan dimana berat saya 10-15 kg lebih ringan dibandingkan saat ini,” kata Gatttuso, dikutip dari The World Game, Senin 3 Agustus 2020.

“Lazio dan Barcelona dua tim berbeda. Lazio campuran teknik dan kemampuan fisik. Barcelona tim berkualitas. Saya pikir pertandingan nanti akan berbeda. Kami harus bermain secara tim dan percaya dengan peluang kami,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini