Fix, Laga Tito Ortiz vs Mike Tyson akan Digelar di Las Vegas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tito Ortiz, mantan petarung MMA menyebut dirinya sudah bisa dipastikan menjadi lawan pertama Mike Tyson kala kembali naik ring dalam waktu dekat sebagai laga amal.

Penuh optimisme, Ortiz meyakini, laga dirinya melawan The Iron Mike akan memecahkan rekor tayangan di dunia yang pernah ada. Sebelum bertanding, bahkan Ortiz sudah menyiapkan dirinya dengan melihat rekaman serta video latihan terbaru Tyson.

“Saya lihat Mike Tyson berlatih dengan salah satu pelatih lama saya. Dia seperti yang dulu, cepat dan kuat,” kata Ortiz, seperti dikutip dari Yahoo Sport, Selasa 26 Mei 2020.

Ortiz mengaku, dirinya tak menyangka akan menjadi lawan Tyson. Ia mendapat telepon mendadak, lalu ditanyai pendapat tentang pertarungan melawan Si Leher Beton. Tanpa pikir panjang, Ortiz menyetujuinya.

“Ini benar-benar kesempatan dalam hidupku. Aku memutuskan ikut,” ujarnya.

Pertarungan Ortiz vs Tyson akan berlangsung di Las Vegas dengan ring sesuai standar Komisi Atletik Nevada. Ortiz yakin, dengan kemampuannya, ia bisa menyaingi Tyson.

“Mereka mungkin tidak setingkat dengan Tyson, tetapi apakah Tyson telah dipukul di muka dalam 15 tahun terakhir? Tidak, dia belum, dan saya sudah, dan saya bisa menaklukkan semua orang yang saya lawan selama empat tahun terakhir,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini