Fasilitas Bintang Lima Tempat Latihan Garuda Select

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOUGHBOROUGH – Loughborough University di Leicestershire adalah lokasi yang digunakan oleh Program Garuda Select tahun ini. Loughborough University adalah salah satu fasilitas olahraga terbaik di Inggris

Loughborough University memiliki fasilitas terbaik di Inggris. Fasilitas di sini hanya kalah dari tempat pemusatan latihan timnas Inggris di St. George Park.

Pelatih Fisik Garuda Select, Jake Fitzsimmons mengatakan, fasilitas yang tersedia di Loughborough University sangat lengkap dan memadai. Termasuk di antaranya alat-alat di pusat kebugaran (gym) yang sangat lengkap serta kualitas lapangan yang ada, semuanya sangat menunjang program pelatihan Garuda Select.

“Tempat ini memiliki fasilitas kelas dunia dengan beberapa pilihan lapangan yang bisa dipakai. Para pemain bisa mendapatkan tempat terbaik untuk mengikuti program pelatihan,” kata Fitzsimmons.

Menurut bek Garuda Select, Dustin Bramatyo, dia tidak pernah menemukan fasilitas seperti itu di Indonesia.

“Gym di sini sangat lengkap, lapangannya banyak sekali, ada yang sintetis ada juga rumput asli. Lingkungannya juga nyaman, bersih tidak ada sampah,” kata Dustin.

“Kalau soal fasilitas, di sini sangat bagus. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan latihan yang memadai. Jujur saya belum pernah melihat di Indonesia ada tempat yang lapangannya sebanyak ini. Kemudian fasilitas di gym juga lengkap, ruangan gym juga luas. Dari asrama ke tempat latihannya juga sangat dekat Jadi sangat mudah kalau mau latihan,” kata kiper Adre Arido.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini