Evra Ejek City Lagi, Kali Ini Liam ‘Oasis’ jadi Sasaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Eks bek Manchester United, Patrice Evra belum puas mengejek Manchester City. Kali ini, personel band ‘Oasis’, Liam Gallagher jadi sasaran.

Impian City meraih trofi pertama Liga Champions pupus di tangan Chelsea. The Citizens tumbang dengan skor 0-1, Minggu 30 Mei 2021 dini hari WIB di Estadio do Dragao.

Tampil dominan sepanjang laga, City tak bisa mengoyak gawang Chelsea yang tampil disiplin sepanjang 90 menit. Satu-satunya gol yang tercipta dicetak Kai Havertz menit ke-42.

Uniknya, itu adalah gol pertama Havertz di ajang Liga Champions musim ini. Bagi Chelsea, ini adalah kedua kalinya mereka juara setelah musim 2011/12.

City, yang untuk pertama kalinya maju ke final Liga Champions, tampil anti-klimaks. Mereka harus bersabar menunggu kesempatan lagi untuk menjadi yang terbaik di Eropa.

Sebelumnya, Evra mengejek City dengan memposting meme dirinya dan Sir Bobby Charlton. Dalam postingannya, dia mengedit foto salah satu legenda MU ditukar dengan kepalanya. Kemudian, satu pria lagi adalah Sir Bobby Charlton.

“Sir Bobby, bisakah kamu memeriksa lagi apakah ada nama City di situ?” tulis Evra.

“Tidak ada. Masih belum ada di sini,” kata Sir Bobby, dalam meme tersebut.

Kini, Evra memposting dirinya di Instagram saat berada di dalam mobil sambil mendengarkan lagu ‘Wonderwall’ milik Oasis. Dia pun mengejek Liam Gallagher, yang merupakan fan berat City.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Patrice Evra (@patrice.evra)

“Liam, di mana kamu? Kamu ingat ketika menertawakan aku ketika United kalah? Kini giliran kamu. Jangan cemburu, saya hanya ingin berbagi,” kata Evra.

“Ini hari Senin spesial untuk kamu, Liam. Berhenti mengatakan Manchester itu biru. Saya memenangkan lebih banyak trofi dibandingkan klub kamu. Noel (Gallagher), Noel, Noel,” ujarnya, sambil berlagak pura-pura dicekik Noel.

Setelah itu, Evra mengubah sedikit lirik lagu ‘Wonderwall’. Tentu saja liriknya mengejek City yang gagal juara Liga Champions.

“Maaf buat remix-nya. Ini waktunya.I said maybeeeee… you’re going to win it when I’m nintteeeyyyy. And after all… you’re my noisy neighbouuurrr. I Love this game,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Renovasi Hunian Layak untuk Papua, Strategi Pemerintah Percepat PemerataanPembangunan

Oleh : Loa Murib Renovasi hunian layak di Papua bukan sekadar program fisik pembangunan rumah, melainkanstrategi besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkankualitas hidup masyarakat di Tanah Papua. Di tengah berbagai tantangan geografis, sosial, danekonomi, kebijakan perumahan yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadifondasi penting untuk memastikan bahwa kesejahteraan tidak hanya terpusat di wilayahperkotaan Indonesia bagian barat, tetapi juga menjangkau wilayah timur secara adil danberkelanjutan. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Perumahandan Kawasan Permukiman yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan dukungannya terhadap realisasiprogram Tiga Juta Rumah yang menjadi inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Program tersebutdinilai strategis karena menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompokberpenghasilan rendah, melalui penyediaan hunian terjangkau dan layak huni. Dorongan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan peluang program tersebut menjadisinyal kuat bahwa pembangunan perumahan tidak dapat berjalan parsial. Tito Karnavianmemandang bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab langsung dalam mengangkat harkatdan martabat masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak. Dukungan regulatif pun diperkuat dengan kebijakan pembebasan retribusi Persetujuan Bangunan Gedung serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, yang harusditetapkan melalui peraturan kepala daerah. Langkah ini menunjukkan bahwa percepatanpembangunan bukan hanya soal anggaran, tetapi juga penyederhanaan birokrasi dankeberpihakan kebijakan. Optimalisasi Mal Pelayanan Publik di daerah juga menjadi instrumen penting untuk memangkaswaktu dan biaya perizinan. Dengan proses yang lebih cepat dan transparan, pembangunan rumahbagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat segera direalisasikan tanpa terhambat proseduradministratif yang berlarut-larut. Pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah inilah yang menjadi kunci agar program nasional benar-benar berdampak nyata di lapangan. Di Papua, respons terhadap kebijakan tersebut tampak progresif. Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi siap menggenjot program bantuanperumahan melalui berbagai skema, mulai dari rumah subsidi, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pembangunan rumah susun. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerahtidak sekadar menjadi pelaksana, tetapi juga mitra aktif dalam merancang solusi yang sesuaidengan karakteristik sosial budaya masyarakat Papua. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kebutuhan perumahan di Papua masih cukuptinggi. Kondisi ini tidak terlepas dari realitas sosial di mana satu rumah kerap dihuni olehbeberapa generasi sekaligus. Dalam konteks budaya Papua yang menjunjung tinggi ikatankekerabatan, pola hunian multigenerasi menjadi hal lumrah. Namun di sisi lain, keterbatasanruang dan kualitas bangunan yang belum memadai dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, serta produktivitas keluarga. Karena itu, target pembangunan dan renovasi rumah di Papua pada 2026 menjadi langkahstrategis. Direncanakan sekitar 14 ribu unit rumah akan dibangun melalui berbagai skemabantuan, dengan tahap awal mencakup sekitar 2.100...
- Advertisement -

Baca berita yang ini