Duh! Ngaku Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19, Dukun Aslam Malah Meninggal karena Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jika mengalami gejala Covid-19, datanglah ke rumah sakit bukan ke dukun. Kisah satu ini mungkin bisa jadi bahan pembelajaran buat kita bersama.

Seorang dukun asal Ratlam, Madhya Pradesh, India yang sempat sesumbar mengaku bisa menyembuhkan pasien Covid-19 justru ikut terinfeksi Corona. Sang dukun bahkan akhirnya meninggal dunia karena virus tersebut.

Dukun bernama Aslam itu mengklaim bisa mengobati pasien Covid-19 hanya dengan mencium tangan si pasien. Meski terdengar tak logis, banyak orang percaya pada Aslam dan datang padanya untuk berobat.

Namun tragis, pada 3 Juni 2020, Aslam justru divonis positif terinfeksi virus Corona oleh Departemen Kesehatan dan ia meninggal satu hari setelahnya.

Dilansir dari Times of India, Kamis, 18 Juni 2020, usai Aslam meninggal, pemerintah setempat mulai melacak siapa saja yang sempat melakukan kontak dengan dukun itu. Mereka pun diminta melakukan tes swab.

Dari 40 orang, 20 di antaranya terbukti reaktif. Termasuk 7 anggota keluarga Aslam. “20 diantaranya, termasuk 7 orang keluarganya terbukti positif Covid-19,” kata perwakilan Departemen Kesehatan Ruchika Chouha.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini