Duh! Lahan Petani di Merbabu Diserbu Monyet Liar, sampai Gagal Panen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JATENG – Para petani di lereng Merbabu, Kabupaten Boyolali tengah menghadapi masalah serius. Lahan pertanian mereka diserbu kawanan monyet liar, sampai-sampai membuat para petani gagal memanen tanamannya.

Salah satu desa yang diserbu kawanan monyet liar itu adalah Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari pada akhir pekan lalu. Tanaman-tanaman yang baru saja ditanam seketika rusak karena ulah hewan primata tersebut.

“Kawanan monyet liar itu turun ke pemukiman warga karena sumber makanan mereka sudah menipis, atau tingginya curah hujan di wilayah mereka,” kata relawan Bascam Rempala Merbabu, Heri Setyawan, Senin 10 Februari 2020.

Ia yakin, kawanan monyet tersebut berasal dari puncak Gunung Merbabu. Pasca kebakaran Desember lalu, koloni monyet berjumlah ratusan itu lalu menyerang ladang dan perkebunan yang kini ditanami sayuran. Akibatnya, petani mengalami kerugian karena gagal panen.

Sementara menurut Kapolsek Ampel AKP Margono, polisi sudah dikerahkan untuk membantu warga mengusir kawanan monyet yang meresahkan itu. Meskipun, warga sudah cukup kesulitan menghalaunya.

“Begitu ditinggal sebentar dan lenggah kembali sudah habis dan rusak tanamannya,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini