Dua Pemain AC Milan Positif Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – Kabar buruk datang dari AC Milan jelang laga lawan Cagliari. Ada dua pemain Rossoneri dinyatakan positif Covid-19.

Milan akan tandang ke markas Cagliari di Sant’Elia, Selasa 19 Januari 2021 dini hari WIB. Il Diavolo Rosso dipastikan tak bisa diperkuat dua pemainnya, Theo Hernandez dan Hakan Calhanoglou karena positif Covid-19.

Hernandez dan Calhanoglu tak ikut sesi latihan pada Jumat 15 Januari karena hasil tes PCR belum keluar. Sehari berselang, hasi tes Hernandez dan Calhanoglu adalah positif Covid-19.

“AC Milan mengumumkan hasil tes Calhanoglu dan Hernandez positif Covid-19. Hasil tes pemain lainnya negatif,” bunyi pernyataan Milan, dikutip dari Football Italia, Senin 18 Januari 2021.

“Kedua pemain itu tanpa gejala dan langsung menjalani karantina di rumah. Semua pemain lain dan staf akan terus menjalankan protokol ketat berdasaarkan peraturan,” lanjut pernyataan Milan.

Kehilangan Hernandez dan Calhanoglu tentu merugikan bagi Milan. Meski demikian, pelatih Stefano Pioli sudah menyiapkan pemain pengganti.

“Ini adalah kehilangan yang penting, tapi di musim seperti ini, masalah bisa datang kapan saja. Jadi kami harus siap. Kami selalu menggandakan tenaga di situasi sulit,” ucap Pioli.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini