Ditekan Eropa, Iran Kaji Ulang Kerja Sama Nuklir dengan PBB

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Iran akan mengkaji ulang kerja samanya dengan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa pengawas nuklir. Kajian itu dilakukan terkait langkah-langkah “yang tidak adil” bagi negara mereka.

Ketua parlemen Iran Ali Larijani mengungkapkan saat ini negara-negara berpengaruh di Uni Eropa mencetuskan mekanisme baru penyelesaian sengketa di bawah kesepakatan nuklir Iran tahun 2015.

“Kami menyatakan secara terbuka bahwa kalau kekuatan-kekuatan Eropa, dengan alasan apa pun, mengambil pendekatan yang tidak adil dalam menggunakan mekanisme sengketa, kami benar-benar akan mempertimbangkan kembali kerja sama kami dengan Badan Energi Atom,” kata Larijani mengutip Reuters, Minggu 19 Januari 2020.

Prancis, Inggris dan Jerman mencetuskan mekanisme dalam kesepakatan tersebut setelah Teheran terus mengurangi kepatuhannya pada perjanjian nuklir itu. Penurunan kepatuhan itu dilakukan Iran sebagai tanggapan atas sanksi-sanksi, yang diberlakukan kembali oleh Washington sejak AS menarik diri dari perjanjian itu pada 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini