Dikabarkan Meninggal Dunia, Ternyata Begini Kondisi Hamzah Haz Sekarang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Kabar tak sedap menghampiri Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia Hamzah Haz. Dirinya dikabarkan meninggal dunia karena sakit.

Padahal, saat ini memang dirinya sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kesadaran Hamzah Haz dikabarkan terus menurun.

“Beliau masih dirawat di RSPAD. Kesadarannya menurun sementara di ruang HICU,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Amir Uskara, Senin 19 Oktober 2020.

Dia memohon doa kepada masyarakat untuk kesembuhan Hamzah Haz yang disebutkannya dalam kondisi kritis.

Wakil Ketua Umum DPP PPP Arwani Thomafi membantah kabar bahwa Hamzah Haz telah meninggal dunia. “Tidak benar Pak Hamzah Haz meninggal dunia,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan Hamzah Haz sudah dirawat sekira 10 hari. Ia memastikan, Hamzah Haz dirawat karena adanya gangguan fungsi organ di tubuhnya dan bukan karena terinfeksi Covid-19.

Selain itu, mantan ketua umum PPP itu dipastikan mendapatkan fasilitas perawatan yang baik. “Kalau presiden atau wakil presiden kan tim kedokteran istana juga masih memberikan fasilitas perawatan juga. Saya kira beliau mendapat perawatan yang baik lah dari RSPAD,” ujar Arsul.

Ia mendoakan agar Hamzah Haz kembali sehat dan beraktivitas normal. “Mohon doanya supaya cepat sembuh. Beliau gangguan fungsi organ karena faktor usia,” ujar Arsul.

Diketahui, Hamzah Haz adalah wakil presiden ke-9 yang mendampingi Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri. Ia pernah menjabat ketua umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) keempat 1998-2007, kemudian digantikan oleh Suryadharma Ali pada Februari 2007.

Selama dipimpin Hamzah Haz, PPP mencapai masa keemasan dengan keberhasilan meraih kursi di DPR terbanyak ketiga hasil Pemilu 1999 dan 2004 (setelah Golkar dan PDIP).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini