Di Bandung, Vaksinasi Covid-19 Nakes Sudah Lebih 95 Persen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan penunjang dosis pertama di Kota Bandung berjalan lancar, dan telah mencapai angka 95,73 persen.

Sementara vaksinasi dosis kedua, tercatat sudah menyentuh angka 58,14 persen dan ditargetkan tuntas pada 28 Februari 2021 mendatang.

Menurut keterangan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna, 95,73 persen sumber daya kesehatan sudah menerima vaksin, termasuk vaksinasi massal terhadap 3.546 orang, sehingga mencapai total lebih 100 persen.

Dosis kedua baru dilakukan kepada 14.365 orang dan 490 orang secara massal.

“Target sampai 28 Februari,” kata Ema, Selasa 16 Februari 2021.

Selanjutnya, vaksinasi Covid-19 akan dilaksanakan kepada pelayan publik, aparatur sipil negara, anggota kepolisian dan TNI. Ia pun menuturkan, pelaksanaan vaksinasi berjalan normal dan tidak terdapat kekurangan.

Pusat data dan informasi Covid-19 Kota Bandung melansir hingga Selasa (16/2) sore, jumlah kasus kumulatif mencapai 11.120 orang. 875 kasus aktif, 10.021 kasus sembuh dan 224 kasus meninggal dunia.

10 kecamatan menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 yaitu Coblong 65 kasus, Arcamanik 64 kasus, Ujung Berung 54 kasus, Panyileukan 53 kasus, Lengkong 46 kasus. Buahbatu 42 kasus, Sukasari 41 kasus, Rancasari 41 kasus, Regol 40 kasus dan Antapani 38 kasus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini