Demi Tegakkan Lockdwon, Pemerintah Vietnam Kerahkan Tentara

Baca Juga

MATA INDONESIA, HANOI Pemerintah Vietnam memutuskan untuk mengerahkan tentara ke jalan-jalan di Kota Ho Chi Minch pada Senin (23/8) untuk membantu menegakkan penguncian ketat di daerah perkotaan.

Sebagaimana diketahui, kasus Covid-19 di Vietnam saat ini menjadi yang terburuk sejak virus – yang telah menelan jutaan jiwa di dunia, itu ditetapkan sebagai pandemi. Hingga saat ini, Vietnam mencatat total kasus Covid-19 sebanyak 348,000 dengan angka kematian sebanyak 8,277.

Sebagian besar kasus tersebut terjadi di Kota Ho Chi Minh dan provinsi industri sekitarnya. Meningkatnya kasus Covid-19 di Vietnam disinyalir karena varian Delta – yang pertama kali diidentifikasi di India, mulai menyebar sejak akhir April.

Alhasil sejak awal Juli, Vietnam menerapkan pembatasan pergerakan di Kota Ho Chi Minh. Pemerintah Vietnam mengatakan bahwa penguncian yang lebih ketat akan dimulai pada Senin (23/8).

Dengan begitu, orang-orang di kawasan Kota Ho Chi Minch dilarang untuk meninggalkan rumah mereka, bahkan untuk sekadar makanan di restoran. Pemerintah juga memastikan bahwa militer akan turun tangan untuk membantu penegakan lockdown tersebut.

Saksi mata mengatakan tentara mengirimkan makanan kepada penduduk kota dan gambar yang disiarkan oleh media pemerintah menunjukkan tentara bersenjata berjaga di pos pemeriksaan dan memeriksa dokumen, melansir Reuters, Senin, 23 Agustus 2021.

Kota Ho Chi Minh mencatat total 176.000 infeksi Covid-19 dengan 6.670 kematian, terhitung setengah dari keseluruhan kasus Vietnam dan 80 persen kematian, menurut Kementerian Kesehatan Vietnam.

Pemerintah Vietnam selama beberapa pekan terakhir mengirim 14.600 dokter dan perawat tambahan ke kota itu dan provinsi-provinsi tetangganya untuk mendukung sistem medisnya yang kewalahan.

Pasien dengan gejala ringan atau tanpa gejala diimbau untuk mengisolasi diri di rumah. Sementara warga yang tinggal di distrik kota Phu Nhuan dan Go Vap mengatakan bahwa mereka telah menerima paket beras, daging, ikan, dan sayuran dari militer.

Sebelumnya pemerintah Vietnam mengumumkan akan mengirim 130 ribu ton beras dari persediaan negara ke Kota Ho Chi Minh dan 23 kota dan provinsi lainnya. Hingga saat ini tercatat hanya 1,8 persen dari 98 juta warga Vietnam yang sudah divaksin lengkap.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini