Dampak Corona, Piala Eropa 2020 Ditunda Hingga 2021

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Dampak virus corona terus mematikan semua kegiatan olahraga dunia yang semula sudah terjadwal di tahun ini. Salah satunya Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menunda Piala Eropa 2020 dan memundurkan jadwal hingga 2021.

Melansir dari SKY Sports, UEFA menunda Piala Eropa 2020 dan memundurkan jadwal hingga 2021 agar liga-liga di Eropa bisa merampungkan kompetisi di tengah pandemi virus corona.

Keputusan ini diambil berdasarkan rapat UEFA yang digelar melalui konferensi jarak jauh, Selasa 17 Maret 2020 waktu setempat.

Kabar tersebut kali pertama muncul dikonfirmasi Federasi Sepak Bola Norwegia di media sosial. Turnamen yang akan digelar di 12 negara berbeda itu rencananya dimulai pada 11 Juni hingga 11 Juli 2021.

Semula Piala Eropa 2020 bakal digelar pada 20 Juni. Namun, jadwal tersebut terpaksa diubah untuk menyikapi wabah corona yang telah menyebabkan lebih dari 169.000 orang di seluruh dunia terinfeksi.

Sebelumnya, Italia negara Eropa yang paling banyak positif virus corona, sudah melayangkan permintaan penundaan kepada UEFA. Mereka memilih untuk menunda Liga Italia hingga waktu yang tidak ditentukan.

Hingga saat ini, UEFA masih menggelar rapat jarak jauh yang dipimpin Presiden UEFA Aleksander Ceferin. UEFA juga akan membahas kelanjutan Liga Champions dan Liga Europa musim ini.

Selain itu, otoritas sepak bola Eropa itu juga akan membuat keputusan terkait masa depan kompetisi di Benua Biru.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Rekonstruksi Berkualitas untuk Mendukung Ketahanan Wilayah Pascabencana Sumatra

Oleh : Ricky Rinaldi *)Komitmen pemerintah dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana di Sumatra menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi masyarakat sekaligusmemperkuat ketahanan wilayah nasional. Penanganan pascabencana yang dilakukanpemerintah tidak lagi sebatas memperbaiki kerusakan fisik yang tampak di permukaan, melainkan diarahkan untuk membangun kembali kawasan yang lebih aman, tangguh, produktif, dan berkelanjutan. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan keselamatan masyarakat, pemulihan ekonomi lokal, dan keberlanjutan pembangunan sebagai prioritas utama dalammenghadapi kompleksitas tantangan kebencanaan nasional.Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara harus hadir secaranyata, cepat, dan taktis di tengah masyarakat ketika terjadi bencana. Pemerintah bergerakcepat memastikan pemulihan rumah warga, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hinggaakses transportasi utama dapat segera dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama beradadalam kondisi kerentanan pascabencana. Presiden juga menekankan pentingnya akselerasipembangunan hunian tetap dan infrastruktur dasar agar roda kehidupan sosial masyarakatdapat kembali berjalan normal dan aman. Langkah cepat yang terintegrasi ini memperolehapresiasi luas karena menunjukkan keberpihakan negara yang konkret terhadap kebutuhanrakyat di tengah situasi sulit.Keseriusan pemerintah ini kini diperkuat oleh langkah nyata yang sangat signifikan di tingkatregulasi dan pendanaan. Pemerintah bersama DPR RI telah menyetujui anggaran rehabilitasidan rekonstruksi pascabencana di Sumatra dengan nilai fantastis mencapai Rp100 triliun. Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskanbahwa induk penganggaran tersebut telah sesuai dengan rencana induk (masterplan) yang disetujui oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini