Curhat Presiden Jokowi dalam Penyusunan Kabinet: Sangat Berat

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengaku ia telah melewati satu pekerjaan yang menurutnya sangat berat baru-baru ini, yakni penyusunan kabinet Indonesia Maju.

Bagaimana tidak, Jokowi mengaku ia disodorkan lebih dari 300 nama calon menteri, sementara kursi yang tersedia hanya 34. Presiden pun akhirnya harus kerja kerasa bersama Wapres Ma’ruf Amin dalam menentukan nama-nama terbaik untuk mengisi kabinet.

“Dalam seminggu ini saya dan pak wakil presiden sibuk membentuk kabinet mengangkat menteri dan wakil menteri. Pekerjaan yang sangat berat. Ini pekerjaan yang sangat berat,” kata Jokowi di Jakarta, Sabtu 24 Oktober 2019.

Dari 34 nama yang masuk kabinet, Jokowi berkata mereka telah diseleksi dengan berbagai pertimbangan matang di semua lini, mulai dari keagamaan, kesukuan, parpol juga kalangan profesional yang terbaik.

“Tidak mudah menyusun kabinet yang harus beragam karena memang Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika,” ujar presiden.

Akhirnya, karena banyak yang tak terpilih mengisi kabinet, Jokowi menyadari munculnya kekecewaan pasca pengumuman susunan kabinet.

“Jadi saya mohon maaf tidak bisa mengakomodir semuanya karena ruangnya hanya 34,” kata Jokowi.

 

Berita Terbaru

Prabowo dan Upaya Memuliakan Guru Indonesia

Oleh: Febrian Rizki )*Presiden Prabowo Subianto menempatkan guru sebagai salah satu elemen terpenting dalam pembangunan bangsa. Bagi pemerintah, keberhasilan Indonesia menuju negara maju tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Dalam proses tersebut, guru memegang peran sentral sebagai penggerak utama lahirnya generasi yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki daya saing tinggi.Komitmen terhadap penguatan peran guru menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo. Perhatian tersebut diwujudkan melalui kebijakan yang tidakhanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan, tetapi juga menyentuh aspek profesionalisme, peningkatan kompetensi, dan penyederhanaan tata kelola pendidikan. Kebijakan peningkatan tunjangan guru menjadi salah satu bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Menteri Pendidikan Dasar dan Menegah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pemerintah telah menaikkan tunjangan guru non-ASN dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Sementara itu, guru ASN memperoleh tunjangan sebesar satu kali gaji pokok sesuai ketentuan yang berlaku.Kenaikan tunjangan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammemberikan penghargaan yang lebih layak kepada para...
- Advertisement -

Baca berita yang ini