‘Comeback’ Lawan Southampton, MU Ukir Rekor Baru

Baca Juga

MATA INDONESIA, SOUTHAMPTON – Aksi comeback Manchester United lawan Southampton tercatat di buku rekor Liga Premier Inggris. Ada dua rekor yang dicatatkan Setan Merah.

Berlaga di St Mary’s, Minggu 29 November 2020, MU sempat tertinggal 0-2 di babak pertama melalui gol Jan Bednarek dan James Ward-Prowse, Setan Merah bangkit di babak kedua dengan mencetak tiga gol.

Tiga gol di babak kedua disarangkan Bruno Fernandes dan dua gol Cavani. Hebatnya, Cavani baru masuk di awal babak kedua. Selain mencetak dua gol, pemain 33 tahun menyumbang assist untuk gol Fernandes.

MU menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Premier Inggris yang mampu mencatatkan delapan kemenangan laga tandang secara beruntun. Bahkan, Sir Alex Ferguson pun tak mampu mengukir catatan tersebut.

Selain itu, MU menjadi tim pertama yang mencatatkan empat kemenangan tandang beruntun dimana di empat laga tersebut selalu tertinggal lebih dulu dan akhirnya bisa meraih kemenangan.

“Saya pikir kami tampil luar biasa sepanjang laga. Kami memainkan sepak bola fantastis, menciptakan banyak peluang, lima atau enam peluang,” ujar pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, dikutip dari Sky Sports, Senin 30 November 2020.

“Tentu saja menyenangkan bisa meraih tiga poin seperti yang kami lakukan, comeback, yang merupakan tradisi klub ini,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini