Chelsea ke Final, Thomas Tuchel Ukir Sejarah

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDONThomas Tuchel mengukir sejarah baru di Liga Champions usai membawa Chelsea lolos ke final. Dia menjadi pelatih pertama yang tampil di partai puncak dua tahun beruntun.

Berlaga pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis 6 Mei 2021 dini hari WIB, Chelsea menundukkan Madrid dengan skor 2-0. Dua gol The Blues dicetak Timo Werner dan Mason Mount.

Dengan hasil ini, Chelsea berhak lolos ke final mencatatkan agregat 3-1 setelah pada leg pertama di Alfredo di Stefano Stadium pertandingan berakhir imbang 1-1.

Chelsea sudah tiga kali melaju ke final Liga Champions setelah sebelumnya di 2008 dan 2012. Hanya Manchester United dan Liverpool klub Inggris yang paling banyak ke final (4 kali). Dari dua kesempatan sebelumnya, mereka berhasil menjadi juara di 2012.

Bagi Tuchel, ini adalah final kedua Liga Champions beruntun. Musim lalu, dia membawa PSG ke final sebelum akhirnya ditaklukkan Bayern Muenchen.

“Saya sangat bahagia dengan pencapaian ini. Saya berterima kasih atas kesempatan menjalani karier di sepak bola dan profesi ini menjadi passion saya,” kata Tuchel, dikutip dari BBC, Kamis 6 Mei 2021.

“Saya juga bersyukur bisa berada di level ini dan mencapai final lagi. Saya sangat bersyukur dengan kenyataan ini,” ujarnya.

Menurut Tuchel, perjuangan timnya melaju ke final tidak mudah. Dia menyebut Madrid membuat anak asuhnya kesulitan.

“Ini laga sulit karena Madrid banyak menguasai bola dan mereka membuat kami menderita. Tapi kami sangat berbahaya dalam serangan balik. Kami tak pernah kehilangan rasa lapar dan keinginan kuat untuk bertahan,” ungkapnya.

“Real Madrid adalah tim berbahaya, mereka bisa tiba-tiba mencetak gol. Jadi, kami harus bertahan. Meskipun ada banyak peluang dan gagal mencetak gol, Anda tak boleh hilang fokus di lapangan,” katanya.

Chelsea akan menghadapi Manchester City di final yang digelar di Istanbul pada 29 Mei 2021. Sebelumnya, City menyingkirkan PSG dengan agregat 4-1.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini