Cerdik! Pertamina Impor 10 Juta Barel saat Harga Minyak Anjlok

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) benar-benar cerdik. Saat harga minyak dunia sedang anjlok, perusahaan BUMN tersebut memborong sebanyak 10 juta barel sebagai tambahan stok.

Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, pihaknya tak mau menyia-nyiakan untuk memborong minyak melalui impor.

“Mengambil kesempatan minyak turun optimalkan storage yang ada tambah stok. Beli 10 juta barel,” kata Nicke, Kamis 16 April 2020.

Lebih lanjut Nicke mengatakan tambahan pengadaan juga dilakukan untuk gasolin (RON 92) sebanyak 9,3 juta barel. Kemudian LPG 5 x 44.000 MT. “Dalam rangka menjamin security of supply diamankan ketersediaan volume dengan memanfaatkan time to buy,” imbuhnya

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto mengatakan secara ekonomi akan baik membeli di saat harga rendah. Namun harus memperhatikan kapasitas penampung di dalam negeri, depot, dan sebagainya.

“Kalau masih ada space utamakan produksi dalam negeri kalau ada space lagi tepat pembelian,” ujarnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini