Catat Rekor Baru, Kasus Covid-19 Bertambah 21.095

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Serangan varian Delta membuat jumlah kasus baru Covid-19 kembali mencatat rekor penambahan terbanyak, terhitung sejak awal pandemi terjadi di Tanah Air.

Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sejak Jumat 25 Juni 2021 hingga Sabtu 26 Juni 2021, ada penambahan pasien positif sebanyak 21.095 orang.

Rekor penambahan kasus Covid-19 juga terjadi pada 24 Juni 2021 yakni sebesar 20.574 orang dalam kurun waktu 24 jam.

Jumlah pasien yang terjangkit di Indonesia kini mencapai 2.093.962 orang terhitung sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Selain itu, di periode 25-26 Juni tercatat ada penambahan pasien sembuh sebanyak 7.396 orang, sehingga jumlah pasien sembuh kini berjumlah 1.842.457 orang.

Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia juga masih terus bertambah. Data yang sama juga memperlihatkan ada penambahan pasien meninggal dunia sebanyak 358 orang.  Dengan demikian, total pasien meninggal dunia akibat Covid-19 kini ada 56.729 orang.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Alexander K Ginting semakin khawatir dengan penambahan warga yang terpapar Covid-19. Ia menyebut ada tiga hal yang sebenarnya bisa menekan penularan virus SARS-Cov-2 di masyarakat. Satu yang utama yaitu kesadaran masyarakat melaksanakan protokol kesehatan 3M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

”Seperti disampaikan 3M. 3M harus melekat ke kita,” kata Alexander dalam diskusi virtual, Sabtu 26 Juni 2021.

Selanjutnya, pemerintah perlu menjalankan 3T demi menekan penularan Covid-19. Langkah itu bisa mencari tahu pola penularan virus di masyarakat.

Dalam situasi seperti sekarang ini, ketiga strategi penanganan pandemi itu harus segera dilaksanakan. ”Kasus itu sampai 20 ribu per hari dan kemudian kalau dilihat di sini jumlah kematian sampai 55 ribu dengan persentase 2,72 persen,” ujar Alexander.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini