Bupati Garut Dukung JPU untuk Hukum Mati Predator Seks Herry Wirawan

Baca Juga

MATA INDONESIA, GARUT-Tuntutan hukum mati yang dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas Herry Wirawan, terdakwa kasus pemerkosaan belasan santriwati di Bandung mendapat dukungan dari Bupati Garut Rudy Gunawan.

Menurutnya, tuntutan tersebut sangat pantas didapatkan terdakwa. Kepantasan Herry Wirawan atas tuntutan tersebut karena terdakwa melakukan pemerkosaan secara sadar dan berulang.

“Saya kira pantas sekali ya, karena perbuatannya, anggaplah pemerkosaan, secara sadar yang dilakukan terus menerus kepada beberapa korban,” kata Rudy.

Ia menyebut bahwa tuntutan hukuman mati, suntik kimia, hingga ganti rugi terhadap korban para terdakwa yang dilakukan oleh JPU sangat beralasan. Dalam pandangannya, kelakuan terdakwa sangat melukai akal sehat.

“Kelakuannya melukai akal sehat jadi hukuman mati juga yang diajukan sudah sangat tepat,” katanya.

Pihaknya, diungkapkan Rudy, kepada para korban melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Garut saat ini secara rutin melakukan trauma healing bagi para korban. Langkah tersebut dilakukan agar mereka bisa kembali beraktifitas seperti biasa.

Ketua P2TP2A Kabupaten Garut, Diah Kurniasari mengatakan bahwa seluruh anak yang dilahirkan oleh para korban sudah memiliki akta kelahiran dan kartu identitas anak. Kedua hal tersebut menurutnya diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Ke depannya, para korban dan anak-anaknya akan dibantu pemerintah melalui P2TP2A. “Saat ini mereka sedang berada di rumahnya masing-masing di beberapa kecamatan di Kabupaten Garut,” kata Diah.

Untuk korban yang putus sekolah, dalam waktu dekat mengikuti ujian paket guna mengejar ketertinggalan mereka dalam hal Pendidikan. Pihaknya, selama ini senantiasa berkomunikasi dengan para korban untuk mengetahui keluhan dan keinginan mereka.

“Jadi mereka akan sekolah, mereka tidak mau kembali ke pesantren, jadi mereka ingin kejar paket di dekat rumahnya masing-masing, kita dukung ya. Kita juga punya WhatsApp Grup ya bersama anak-anak, mendengarkan keluhan mereka,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Desa Menjadi Pilar Penting Penguatan Ketahanan Ekonomi Nasional

Oleh: Zahra Anindita )*Penguatan ketahanan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kondisi industri besar dan aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan. Ketahanan ekonomi yang kuat justru bertumpu pada kemampuan negara membangun fondasi ekonomi hingga ke tingkat desa. Dalam konteksitulah, pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putihsebagai instrumen strategis untuk memperkuat perekonomian rakyat sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi dari bawah. Program ini tidak hanya dirancang sebagai wadah kegiatan usaha masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekosistem ekonomi desa yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.Saat ini sebanyak 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah berdiri di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkanbesarnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan ekonomi berbasiskomunitas yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap berbagailayanan ekonomi.Pemerintah memahami bahwa pembangunan ekonomi modern tidakdapat dipisahkan dari transformasi digital. Karena itu, penguatan koperasidesa juga diiringi dengan pembangunan infrastruktur teknologi yang semakin luas dan merata di seluruh Indonesia.Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur digital yang dilakukan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penyediaanjaringan telekomunikasi. Pemerintah juga berupaya memastikan infrastruktur tersebut dapatdimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi kerakyatanmelalui koperasi desa dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.Farida memandang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki posisistrategis dalam menopang perekonomian nasional. Namun demikian, tantangan yang masih dihadapi adalah belum optimalnya pemanfaatanteknologi digital oleh sebagian besar pelaku UMKM dan koperasi.Data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan bahwa dari sekitar 60 juta UMKM...
- Advertisement -

Baca berita yang ini