Buka Rute Baru, Ini Cara Garuda Atasi Kerugian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Wabah virus corona berdampak sekali pada kondisi pendapatan yang diperoleh maskapai udara dalam negerti salah satunya Garuda Indonesia. Hal itu dikarenakan penerbangan dari dan ke Cina dan ditambah menuju Arab Saudi, harus disetop sementara.

Untuk mengatasi kerugian tersebut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, akan membuka rute baru untuk mengganti penerbangan yang kosong.

Irfan memastikan, semua rute tersebut akan dibuka dari Denpasar. Rute yang rencananya akan dibuka yaitu Denpasar-Mumbai, Denpasar-Delhi, Denpasar-Brisbane, Denpasar-Kualalumpur, Denpasar-Bangkok, dan Denpasar-Dili.

Dia memastikan, saat ini Garuda masih memfinalisasi rencana rute baru tersebut. “Itu (rencana membuka rute baru) reaksi perusahaan terhadap bisnis penerbangan,” ujar Irfan.

Irfan tidak mengharapkan virus corona yang berdampak kepada industri penerbangan dan pariwisara tidak terus meningkat. Dengan membuka rute baru, Irfan melihat kecenderungan untuk melakukan perjalanan masih berpotensi.

Sementara itu, Komisaris Utama Garuda Indonesia Triawan Munaf mengatakan saat ini slot penerbangan rute baru tersebut masih dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan. ‘Kita nggak mau bekerja sendiri, kita mau kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Triawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini