Brigjen Prasetyo Resmi Ditahan dalam Kasus Djoko Tjandra

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polisi resmi menahan Brigjen Pol Prasetyo Utomo (BJP PU), jenderal bintang satu yang menerbitkan surat jalan untuk Djoko Tjandra tanpa izin.

Prasetyo kini ditahan di ruangan khusus selama dua pekan ke depan untuk menjualani proses pemeriksaan, setelah dinyatakan melanggar aturan oleh Divisi Propam Polri.

“Mulai malam ini, BJP PU ditempatkan di tempat khusus selama 14 hari,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Jakarta, Rabu 15 Juli 2020.

Selain ditahan, sebelumnya Polri juga sudah mencopot posisi Prasetyo sebagai Kabiro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim, dan dimutasi sebagai Perwira Tinggi Pelayanan Masyarakat per 15 Juli 2020.

Hasil pemeriksaan polisi, penerbitan surat oleh Prasetyo untuk Djoko Tjandra itu dilakukan tanpa izin pimpinan. Prasetyo membuatnya atas dasar inisiatif sendiri.

Namun, Argo belum bisa menjawab soal motif apa yang mendorong Prasetyo mengeluarkan surat tersebut.

“Akan didalami kira-kira apakah ada keterlibatan pihak lain atau tidak. Kalau memang ada, akan kami proses, periksa,” ujar Argo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini