BMKG Prediksi Kalbar Dilanda Angin Kencang, Warga Diminta Waspada

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak memprakirakan hujan dengan intensitas sedang, hingga lebat disertai petir dan angin kencang, bakal terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) pada 10 hingga 12 Agustus 2020.

“Warga diminta waspada dari hujan lebat disertai angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga sore hari,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Nanang Buchori, Minggu 9 Agustus 2020.

Peristiwa itu terjadi di wilayah Kalbar bagian pesisir barat, seperti Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Bengkayang, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kayong Utara dan Ketapang.

Sementara potensi hujan lebat yang bisa disertai dengan petir diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kalbar.

Diketahui, sampai Minggu 9 Agustus 2020 suhu udara masih dominan panas, kelembaban udara terpantau rendah dan hujan hanya terjadi di sebagian kecil wilayah secara tidak merata.

Karena itu masyarakat perlu mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dengan tidak melakukan kegiatan pembakaran hutan dan lahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini