BIN Kantongi Nama Para Dalang Kerusuhan Papua

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Sosok dalang kerusuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat perlahan mulai terungkap. Terbaru, Badan Intelijen Negara (BIN) mengaku sudah mengantongi seluruh nama para aktor yang terlibat menggerakkan kerusuhan di dua provinsi tersebut.

“Siapa bermain? Itu sudah ada pemetaan,” kata Juru Bicara BIN Wawan Purwanto di Jakarta, Rabu 21 Agustus 2019.

Namun, hingga kini BIN masih bungkam soal nama-nama dalang kerusuhan tersebut. Wawan hanya berkata pihaknya telah melakukan sejumlah upaya antisipasi agar tindakan anarkis massa dapat mereda.

Saat ditanya apakah BIN telah sedari awal memperkirakan adanya potensi rusuh di dua provinsi tersebut, Wawan berkata pihaknya hanya menyampaikan gejalanya sudah mulai tampak.

Ia menyebut, masalah SARA menjadi pemicu yang cepat membuat kerusuhan menyebar di banyak tempat. Wawan menyarankan, agar seluruh pihak berhati-hati dalam menanggapi masalah tersebut dalam bentuk pernyataan.

“Kita semua tahan diri lah, tidak gegabah dalam statement maupun langkah hukum. Semua ini ada sensitivitas,” kata Wawan.

“Kalau sedang panas berkomentar, pasti komentarnya itu emosional. Kalo sudah emosional itu interpretasi kurang, bisa bermacam-macam,” ujar Wawan. “Maka cooling down itu penting karena ini sebenarnya kan kesalahpahaman.”

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini