Bikin Malu, Napoli Dipecundangi Atalanta di Kandang Sendiri

Baca Juga

MINEWS, SAN PAOLO – Klub Atalanta berhasil mempecundangi Napoli dalam laga pekan ke-33 Liga Italia pada Selasa 23 April 2019 dini hari. Napoli harus menyerah dengan skor 1-2 di Stadion San Paolo, Napoli, Italia.

Padahal, anak asuh Carlo Ancelotti tersebut sempat unggul lebih dulu lewat Dries Mertens. Namun Napoli malah kalah karena kemasukan gol Duvan Zapata dan Mario Pasalic.

Hasil tersebut sudah tak mempengaruhi nasib perburuan gelar juara Liga Italia yang sudah dipastikan diraih Juventus pada Minggu 21 April dini hari kemarin. Kekalahan ini tetap menempatkan Napoli berada di posisi kedua dengan koleksi 67 poin, sedangkan Atalanta (56) berhasil naik ke urutan kelima menggusur AS Roma (55).

Saat menjamu Atalanta, Napoli sepertinya mencari penghiburan setelah disingkirkan dari perempat final Liga Europa oleh wakil Inggris Arsenal serta keberhasilan Juventus menjuarai Liga Italia. Penghiburan itu seolah bakal tiba ketika Mertens membuka keunggulan Napoli pada menit ke-28 lewat sontekan jarak dekat.

Namun upaya Napoli memperbesar keunggulan selalu gagal, termasuk ketika umpan kiriman Arkadiusz Milik yang diselesaikan oleh Piotr Zielinski berhasil dihentikan kiper Pierluigi Gollini.

Skor imbang bertahan hingga turun minum, namun tim tamu kemudian menyamakan kedudukan lewat Zapata pada menit ke-69 dengan memanfaatkan umpan dari Hans Hateboer. Lantas pada menit ke-80 Atalanta justru berbalik memimpin ketika Pasalic menjebol gawang kiper David Ospina dari jarak dekat.

Tiga menit jelang turun minum Jose Callejon memperoleh peluang untuk membawa Napoli menyamakan kedudukan lagi, namun tembakannya dari tengah kotak penalti berhasil diamankan Gollini.

Pada menit pertama injury time, Amin Younes berusaha melepaskan tendangan dari luar kotak penalti namun sukses dihalau oleh barisan pertahanan Atalanta, yang memastikan kemenangan 2-1 atas Napoli.

Berikut susunan pemain Napoli vs Atalanta:

Napoli (4-4-2): David Ospina; Kevin Malcuit, Vlad Chiriches (Sebastiano Luperto), Kalidou Koulibaly, Elseid Hysaj; Jose Callejon, Allan, Fabian Ruiz, Piotr Zielinski (Simone Verdi); Arkadiusz Milik, Dries Mertens (Amin Younes)
Pelatih: Carlo Ancelotti

Atalanta (3-4-2-1): Pierliuigi Gollini; Gianluca Mancini (Jose Palomino), Berat Djimsiti, Andrea Masiello; Hans Hateboer (Robin Gosens), Marten de Roon, Remo Freuler (Josip Ilicic), Timothy Castagne; Alejandro Gomez, Mario Pasalic; Duvan Zapata
Pelatih: Gian Piero Gasperini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini