Bikin Geger! Warga Bulakrejo Temukan Jasad Bayi di Tempat Sampah

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Warga Bulakrejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan jasad bayi yang diperkirakan baru lahir, Kamis 5 September 2019 pagi.

Jasad bayi tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh seorang warga yang hendak buang sampah. Parahnya, bayi tersebut ditemukan di tempat sampah pinggir jalan wilayah lengkap dengan tali pusar sehingga diperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan.

“Jasad bayi ini ditemukan oleh warga sekitar yang hendak membuang sampah di bak sampah pinggir jalan besar. Tepatnya di dekat Karaoke KCRI,” ujar Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Yoga Gede Sanjaya.

Menurut keterangan AKP Yoga, saat membuang sampah, warga tersebut penasaran dengan sebuah kardus yang ada diatas bak sampah. Saat dilihat, ternyata kardus tersebut berisi jasad bayi yang terbungkus kain.

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polisi, yang kemudian Petugas Kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad bayi tersebut.

Jasad bayi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo untuk keperluan otopsi. Untuk keterangan lebih lanjut, AKP Yoga menyatakan masih akan menunggu hasil otopsi jasad bayi tersebut.

Setelah penemuan jasad bayi tersebut, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan penyelidikan. Termasuk meminta keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi.

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini