Besok, Mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin Hirup Udara Segar

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Setelah menjalani hukuman penjara selama lima tahun di Lapas Sukamiskin, Bandung, akhirnya Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin akan menghirup udara bebas, besok Rabu 8 Mei 2019. RY begitu dia disapa dijadwalkan akan pulang ke rumahnya di Dramaga.

Rencana kepulangan RY dikonfirmasi lansung istrinya, Elly Rachmat Yasin. Menurut Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor itu, tak ada kegiatan khusus untuk menyambut kepulangan suaminya. Namun karena bertepatan dengan Ramadan, penyambutan akan dilakukan di rumahnya.

“Tidak ada persiapan apa-apa. Hanya keluarga yang menjemput. Bagi masyarakat yang nyambut bisa menunggu di rumah Dramaga. Sekalian bukber,” katanya.

Untuk penjemputan nanti, beberapa anggota keluarga akan menjemput Rachmat Yasin dari Lapas Sukamiskin Bandung. Diketahui, Rachmat akan berangkat dari Bandung menuju Bogor sejak pukul 08.00 WIB.

Rachmat Yasin menjadi terpidana suap senilai Rp4,5 miliar, guna memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluar 2.754 hektar.

Dia kemudian divonis bersalah atas tindak pidana korupsi tiga tahun lalu, Kamis 27 November 2014 di Pengadilan Tipikor Bandung. Mantan bupati ini harus menjalani kurungan penjara selama lima tahun enam bulan dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan penjara.

Terlepas dari rencana kepulangan suaminya, Elly justru mengaku masih disibukan dengan perhitungan suara Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 Kabupaten Bogor. Seperti diketahui, Elly menjadi salah satu kontestan yang bertarung di Dapil V Jabar (Kabupaten Bogor) untuk kursi DPR RI. Dan kemungkinan besar Elly akan lolos ke DPR RI.

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini