Berubah Jadi Masjid, Gli Si Kucing Tetap Tinggal di Hagia Sophia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Berubah fungsinya Hagia Sophia di Istanbul, Turki dari museum menjadi masjid kembali memang sempat menuai penolakan. Namun, kali ini hal itu sudah mulai reda setelah dilakukan salat jumat perdana disana.

Ada yang menarik ketika membahas Hagia Sophia, bukan hanya bangunannya saja, namun keberadaan sang penghuni tetap yakni seekor kucing loreng abu-abu bernama Gli.

Gli sangat populer, bahkan ketenarannya sama dengan rumahnya. Dia punya banyak penggemar, mulai dari orang biasa sampai mantan pemimpin dunia Barack Obama yang pernah menjadi Presiden Amerika Serikat.

Keputusan mengubah fungsi Hagia Sophia dari museum kembali menjadi masjid membuat para penggemar Gli khawatir. Mereka takut jika sampai kucing itu diusir dari Hagia Sophia.

Kekhawatiran itu akhirnya dijawab oleh otoritas Turki. Mereka menyatakan Gli akan tetap menjadi penghuni Hagia Sophia. Juru bicara kepresiden Turki, Ibrahim Kalin, menyatakan Gli, juga semua kucing lain akan tetap tinggal di Hagia Sophia.

“Kucing itu akan tetap di sana, demikian pula seluruh kucing disambut baik di masjid kami,” ujar Kalin, dikutip dari Daily Sabah.

Gubernur Istanbul, Ali Yerlikaya, juga membagikan unggahan terkait dengan Gli. “Kucing ini cukup nyaman dengan hidupnya. Jangan khawatir,” cuit Yerlikaya,

Hal ini menjadi kabar baik bagi Umut Bahceci, pemandu wisata yang membuatkan akun Instagram untuk Gli empat tahun lalu. Kini, Gli punya 48.000 penggemar.

“Saya mulai memperhatikan Gli setiap kali saya pergi ke Hagia Sophia karena Gli akan berpose seperti model di hadapan orang-orang,” kata Bahceci.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini