Begini Strategi Jitu Wapres Ma’ruf Amin Hilangkan Kemiskinan di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengungkapkan strategi ampuh untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia. Menurutnya, kemiskinan perlu dihadapi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Secara tegas, Ma’ruf menyebut menghilangkan kemiskinan di Indonesia dengan hanya mengandalkan bantuan sosial tidaklah cukup.

“Karena itu perlu ada pemberdayaan melalui pengembangan usaha,” kata Ma’ruf di Jakarta, Jumat 31 Januari 2020.

Namun, ia mengakui, masih ada hambatan besar untuk menjalankan pemberdayaan ekonomi masyarakat itu agar berjalan maksimal, yakni masalah pendidikan.

“Supaya sumber daya manusia unggul, maka melalui proses pendidikan. Pendidikan formal untuk jangka panjang dan jangka pendeknya melalui pendidikan vokasi,” ujarnya.

Selain itu, masalah lain yang menjadi hambatan adalah permodalan, khususnya bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Maka dari itu, Ma’ruf menyebut penting mendirikan Bank Wakaf Mikro atau fintech untuk menjembatani modal UMKM.

“Usaha mikro, ultra mikro, dan kecil yang tidak bankable harus ada jembatannya, misalnya melalui fintech,” kata Wapres.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini