Banyak Ditunggu oleh Penonton, Film KKN di Desa Penari Siap Tayang di Bioskop

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Rencana Gubernur Jakarta Anies Baswedan berencana segera membuka bioskop di Jakarta membawa angin segar bagi rumah produksi film di Indonesia.

Pasalnya, mereka sudah menunggu lama untuk menayangkan film yang mereka produksi. Salah satunya Manoj Punjabi, CEO PT MD Pictures Tbk menyambut positif. Pihaknya bahkan sudah menyiapkan sejumlah film yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Film KKN di Desa Penari dan Surga yang Tak Dirindukan 3 menjadi film andalan yang ditayangkan saat bioskop mulai dibuka. Alasannya, kedua film tersebut termasuk yang sangat dinanti oleh penonton sehingga diharapkan dapat menarik minat masyarakat kembali ke bioskop.

Selain itu, ada dua film yang sedang dalam proses syuting, yaitu Asih 2 dan Mendarat Darurat. MD Pictures telah berkomitmen untuk merilis setidaknya 10 film di bioskop seluruh Indonesia hingga 2021 mendatang.

“Tentu kami sangat menantikan bioskop dibuka kembali. Untuk proses syuting dan kegiatan produksi secara berkesinambungan telah dimulai kembali sejak masa PSBB transisi, tepatnya pada Juli 2020,” katanya.

Untuk terus mendukung dan terus membangun ekoisistem industri perfilman di Tanah Air, MD Pictures pun mulai melebarkan sayap dengan merambah video streaming melalui platform OTT.

“Fokus utama MD Pictures adalah meluncurkan film-film box office di bioskop. Namun kami pun telah melebarkan sayap melalui platform OTT untuk menyapa para penonton di rumah,” ujarnya.

MD Pictures sudah menyiapkan jadwal peluncuran sejumlah film dan film seri melalui beberapa platform OTT dengan perhatian yang sama seperti pada kalender peluncuran film di bioskop.

Rencananya pada 5 September 2020, MD Pictures meluncurkan eksklusif premier film ‘Sabar Ini Ujian’ karya Anggy Umbara yang dibintangi oleh Vino G Bastian dan Luna Maya di platform Disney+ Hotstar.

Dalam pekan-pekan berikutnya, akan dilanjutkan dengan premier film Pelukis Hantu karya Arie Kriting yang dibintangi oleh Ge Pamungkas dan Michelle Ziudith. Ada pula Bidadari Mencari Sayap karya Aria Kusumadewa yang dibintangi Rizky Hanggono, Leony VH dan Deddy Mizwar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini