Bagi Warga Bandung, ini 28 Titik Lokasi Salat Idul Adha

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Bagi warga Bandung dan Jawa Barat yang memilih berlebaran pada Sabtu 9 Juli 2022, tak usah khawatir mencari lokasi Salat Idul Adha.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat akan menggelar pelaksanaan Salat Idul Adha 1443 Hijriah/2022.

Berikut ialah daftar 28 lokasi Salat Idul Adha di Kota Bandung:

  1. Jawa Barat, di Lapang Lodaya (Masjid Mujahidin) Jalan Sancang No 6, Burangrang, Kecamatan Lengkong Kota Bandung
  2. Coblong Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat Jalan Dipatiukur No. 48 Kota Bandung
  3. Andir Lapangan SDN Raya Barat Jalan Jendral Sudirman Kota Bandung
  4. Sukasari Lapang Gedung Dakwah Jalan Sarimanah 1 No. 38 Kota Bandung
  5. Cibeunying Kaler Halaman Gedung Pacasarjana USB YPKP Jalan Surapati No. 189 Kelurahan Sukaluyu Kota Bandung.
  6. Ujung Berung Lapangan Masjid Al-Hidayah Jalan AH Nasution, Ciporeat, Kelurahan Pasanggrahan Ujung Berung Kota Bandung
  7. Gedebage Masjid Nurul Iman Jalan Gedebage Selatan No. 20 SMK Muhammadiyah 3 Bandung
  8. Buah Batu Halaman Parkir Metro Indah Mall Jalan Soekarno Hatta Bandung
  9. Masjid Al- Marjan Jalan Pasirjaya VI No. 20 Kota Bandung
  10. SD-SMP Muhammadiyah 3 Jalan PHH Mustofa No. 90/209 C-Padasuka Kota Bandung
  11. Lapangan Sekolah SMPM 2/ SMAM 4 Jalan Cilengkrang III No 7 Kota Bandung
  12. Leuwipanjang, Lapangan SD SMP Muhammadiyah Leuwipanjang No. 24 Kota Bandung
  13. Masjid Al-Jihad Jalan Cibunut 30/34a Kota Bandung
  14. Halaman Masjid Al-Muslih Jalan Sumber Sari No.105, Ciaranten Kulon Kota Bandung
  15. A Yani, Lapangan BTPN Ahmad Yani Jalan A Yani No. 618 Kota Bandung
  16. Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Sukajadi Jalan Sukajadi No.1 Kota Bandung
  17. Astana Anyar/ BTM Mujahid Kota Bandung
  18. Kebon Pisang Taman Lilin Kosambi Kota Bandung
  19. Cinangka Masjid An-Nur Kota Bandung
  20. Kampus UMB Jalan Soekarno Hatta No. 752 Kota Bandung
  21. Halaman Masjid Al-Muhajirin Jalan Sarijadi Blok 13 RT. 02/08 Kota Bandung
  22. Lapangan Abra Jalan Cipedes Kota Bandung
  23. Sukagalih, Lapangan SMA PGRI Bandung Jalan Sukagalih No.80 Kota Bandung
  24. Masjid At-Taqwa Kompleks Masjid At-Taqwa Jalan Ciberengkok RW 06 Kelurahan Sukabungah Kota Bandung
  25. Sukagalih, Masjid Masyariul Khaer Kompleks Masjid Masyariul Khaer Jalan Sukagalih Gang Subakti Kota Bandung
  26. Pasteur, Masjid Al-Huda Kompleks Masjid Al-Huda Jalan Sampurna IV Pasteur Kota Bandung
  27. Setiabudi, Masjid Ras Laffan Kompleks Masjid Ras Laffan Jalan Budiluhur No. 3 Setiabudi Kota Bandung
  28. Kompleks Perguruan Muhammadiyah Antapani (BTM Irfani) Kota Bandung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini