Auto Sedih, Ayahanda Pedangdut Dewi Perssik Meninggal Dunia

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Pedangdut Asal Jember Dewi Perssik (Depe) saat ini sedang berduka. Pasalnya, ayahanda tercinta Mochammad Aidil telah meninggal dunia, karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Sang ayah meninggal dunia pada Minggu 9 Juni 2019 di MRCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan.

Saat ini wanita yang akrab disapa Depe itu belum mau diajak bicara, karena masih berduka ditinggal pergi sang ayah.

“Belum bisa diajak ngobrol sekarang. Karena masih berduka ya, kita hargai,” ujar suami Dewi Perssik, Angga Wijaya saat ditemui di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan.

Angga Wijaya juga menyebut Dewi Perssik hingga saat ini masih setia berada di samping jenazah. Namun sayang, almarhum belum juga bisa keluar rumah sakit karena masih menunggu kepastian dari sang dokter.

Dirinya mengatakan rencananya, jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, besok, Senin 10 Juni 2019.

Mochammad Aidil meninggal dunia pukul 14.34 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta Selatan. Ayahanda Dewi Perssik itu menghembuskan napas terakhirnya setelah beberapa hari terakhir tak sadarkan diri akibat sakit komplikasi yang diidapnya.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini