Apa yang Perlu Disiapkan saat New Normal? Ini Kata Mensos

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia akan memasuki masa-masa new normal dalam waktu dekat. Masyarakat diajak untuk hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Lalu, apa yang harus disiapkan untuk menyambut kehidupan normal baru ini?

Menurut Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, yang harus disiapkan masyarakat adalah mental untuk memasuki kondisi baru ini.

“Dari sisi psikososial, mental ini sangat penting. Dibutuhkan kedisiplinan dan kesiapan mental yang baik dalam menghadapi new normal,” kata Juliari di Jakarta, Sabtu 6 Juni 2020.

Menurut Mensos, pandemi masih terjadi dan memaksa semua untuk fokus serta memperhatikan kesehatan pribadi dan lingkungan sekitar.

“Memang protokol dan aturan-aturan yang kita jalankan nantinya lama-kelamaan akan jadi biasa,” ujarnya.

“Kita tidak ada pilihan, harus hidup dalam satu tatanan baru, fokus kesehatan, sisi negatifnya kita jadi makhluk tidak sosial lagi seperti dulu. Ini perlu persiapan mental yang tinggi,” kata Juliari menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini