Al-Azhar Kecam FIFA Hukum Rusia, tapi Israel Bebas

Baca Juga

MATA INDONESIA, KAIRO – Al-Azhar Islamic Center Mesir mengecam FIFA karena berstandar ganda. Badan sepak bola dunia itu menghukum Rusia, tapi tidak pernah memberikan sanksi pada Israel.

FIFA dan UEFA menghukum timnas Rusia tak boleh main di Piala Dunia 2022 dan klub Negeri Beruang itu dicoret dari ajang Liga Europa. Sanski tersebut diberikan imbas dari invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina pada Kamis 24 Februari 2022.

Al-Azhar mengecam FIFA karena berstandar ganda. Israel, yang sudah lama menginvasi Palestina, justru tak pernah mendapat sanksi apa-apa. Timnas dan klub Israel bebas main di kompetisi internasional.

“Apa kalian kenal Palestina? Kemanusiaan tidak dapat dipisahkan pada saat terjadi konflik,” bunyi pernyataan Al-Azhar.

“Tidak boleh ada standar ganda. Kami mengutuk tindakan FIFA terutama karena mengabaikan masalah Palestina di bawah alasan memisahkan politik dari olahraga.”

Sejak melakukan serangan militer ke Ukraina, sudah ratusan korban jiwa kehilangan nyawa termasuk anak-anak wanita. Hingga kini belum tercipta perdamaian di antara kedua negara tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini