Aktif Lagi, Satgas Antimafia Bola Lebarkan Sayap ke 13 Wilayah

Baca Juga

MATAINDONESIA, JAKARTA – Polisi kembali mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola yang sebelumnya lama tak terdengar kabarnya, pasca maraknya kasus suap pengaturan skor, beberapa waktu lalu.

Menurut Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola, Kombes Argo Yuwono, pengaktifan kembali satuan tugas ini akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Bahkan, satgas kali ini sudah melebarkan sayapnya hingga ke 13 wilayah.

“Nantinya di setiap wilayah, satuan tugas tersebut akan dipimpin oleh Ditreskrimum,” ujar Argo di Jakarta, Kamis 8 Agustus 2019.

Namun, Argo tidak menjelaskan detail 13 wilayah yang menjadi jangkauan kerja satgas kali ini. Ia hanya membeberkan alasan kenapa pihaknya kembali mengaktifkan satuan yang dibentuk untuk memberantas maraknya mafia bola di Indonesia terrsebut.

“Kenapa kita aktifkan lagi, pertama karena ekspektasi masyarakat dengan persepakbolaan Indonesia,” ujar Argo. “Kedua, masih ada tugas yang belum tuntas, termasuk mengawasi Liga 1 yang tengah berlangsung saat ini.”

Sebelumnya, kabar akan diaktifkannya kembali Satgas Antimafia Bola disampaikan juga oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Ia menyebut, Satgas Antimafia Bole jilid II ini sudah berjalan sejak 6 Agustus 2019 lalu dan masih dipimpin oleh Brigjen Hendro Pandowo, seperti sebelumnya.

Berita Terbaru

Beasiswa Otsus, Jembatan Emas Generasi Papua Menuju Masa Depan Gemilang

Oleh : Natael Pigai )* Beasiswa Otonomi Khusus menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangunmasa depan Papua yang lebih cerah dan berdaya saing. Di tengah tantangangeografis, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses pendidikan yang masihdirasakan di sejumlah wilayah, kehadiran beasiswa Otsus menjadi jembatan emas yang menghubungkan generasi muda Papua dengan kesempatan belajar yang lebih luas. Program ini tidak sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untukmencetak sumber daya manusia Papua yang unggul, percaya diri, dan mampuberkontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya. Esensi utama dari Otsus di bidang pendidikan adalah afirmasi yang berpihak pada Orang Asli Papua agar memperoleh peluang setara dengan daerah lain. Melaluibeasiswa Otsus, banyak pelajar Papua mendapat akses ke perguruan tinggi berkualitasdi dalam dan luar negeri. Kesempatan tersebut memperluas wawasan, membentukkarakter kepemimpinan, serta menumbuhkan jejaring global yang kelak bermanfaatbagi pembangunan Papua. Pendidikan menjadi jalur strategis untuk memutus rantaikemiskinan struktural sekaligus membuka mobilitas sosial yang lebih luas. Kisah para penerima beasiswa Otsus memperlihatkan dampak konkret dari kebijakanini. Cecilia Novani Mehue merupakan salah satu contoh bagaimana program afirmasipendidikan mampu mengubah arah hidup generasi muda Papua. Dengan latarbelakang keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di Amerika Serikat selama bertahun-tahun melalui dukungan beasiswa Otsus....
- Advertisement -

Baca berita yang ini