Ajang MotoGP Dongkrak Kinerja UMKM di NTB

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ajang MotoGP Indonesia 2020 dinilai bakal bermanfaat bagi kebangkitan ekonomi terutama dalam mendongkrak kinerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada di kawasan Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan para pelaku UMKM akan mendapat berkah ekonomi yang menjanjikan, lantaran event balap internasional itu diprediksi akan dihadiri ribuan pengunjung dari berbagai negara dan tanah air.

“MotoGP sangat bermanfaat bagi ekonomi masyarakat setempat terutama UMKM. Ini yang dipastikan, dan pemerintah memberikan perhatian khusus. Untuk itu, kami terus siapkan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2022 agar pelaksanaannya nanti pada Maret bisa berjalan dengan lancer,” katanya.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan terkait isu-isu yang saat ini dihadapi, semuanya bisa dicarikan solusinya dengan baik. Mengenai UMKM juga sudah berbagi tugas dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

Ia juga menyatakan bakal menggandeng berbagai pihak untuk memberikan keleluasaan kepada sektor parekraf dalam ajang promosi.

“Kemenparekraf akan menangani dari sisi digital dan promosi, sementara Kementerian Koperasi dan UKM menangani fisik. Dan dibantu serta dikurasi oleh Bank Indonesia. Nantinya kita fasilitasi UMKM yang ada di NTB, UMKM yang berada di lima DSP dan UMKM lainnya yang ada di Indonesia,” katanya.

Komandan Lapangan MotoGP Mandalika Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, menjelaskan, pihaknya terus mengurai sembilan isu besar dari pelaksanaan WSBK dan setiap hari terus diberikan update, baik dari sisi perkembangan infrastruktur, infrastruktur jalan bypass Mandalika, infrastruktur dari Keruak menuju Kuta Mandalika.

Termasuk pengecekan Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) yang dibangun KemenPUPR lokasinya berada di sekitar Mandalika sejumlah 300. Termasuk yang berada di 3 Gili terdapat ada 98 unit.

“Inilah yang terus kita persiapkan termasuk kekurangan hotel yang ada di Lombok. Karena kita akan menjual 65 ribu, untuk hotel di Lombok 16 ribu kamar, ditambah solusi yang kita hadirkan adalah Sarhunta, hotel terapung, kemudian hotel-hotel di Bali. termasuk 10 ribu dari masyarakat lokal,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini