Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian di Yaman

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Para pemimpin kawasan dan dunia dengan tegas mengutuk ledakan di Bandara Aden, Yaman yang menewaskan sedikitnya 26 orang, setelah pesawat yang membawa anggota pemerintah persatuan yang baru dibentuk mendarat.

Setidaknya dua ledakan terdengar saat anggota kabinet meninggalkan pesawat. Beberapa jam setelah serangan di bandara Aden, ledakan kedua terdengat di sekitar istana kepresidenan Maasheq Aden, di mana terdapat dua anggota kabinet, termasuk Perdana Menteri Maeen Abdulmalik dan Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman.

Juru Bicara Koalisi Arab Saudi untuk Mengembalikan Legitimasi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki menyebut bahwa ledakan di bandara itu sebagai aksi teroris. Hingga saat ini belum ada pihak maupun kelomppok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di bandara tersebut.

“Aksi teroris ini tidak hanya menargetkan pemerintah Yaman, tetapi juga harapan dan aspirasi saudara-saudara Yaman,” Juru Bicara Koalisi Arab Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Maliki dalam pernyataan resmi Saudi Press Agency, melansir English al Arabiya.

“Upaya untuk membunuh Kabinet Yaman adalah upaya untuk menggagalkan Perjanjian Riyadh, yang telah diadopsi oleh rakyat Yaman sebagai jalan menuju penyatuan barisan, pemulihan kehidupan normal, keamanan dan stabilitas, serta peta jalan untuk mencapai solusi politik yang komprehensif di Yaman,” Al-Malki menambahkan.

Sementara Perdana Menteri Yaman, Maeen Abdulmalek yang hadir saat ledakan terjadi menulis di akun Twitter-nya bahwa serangan di dua tempat merupakan tindakan teror yang pengecut.

“Tindakan teroris pengecut yang menargetkan bandara Aden adalah bagian dari perang yang dilancarkan terhadap negara Yaman dan rakyat kami yang hebat. Itu hanya akan meningkatkan desakan kami untuk memenuhi tugas kami sampai kudeta berakhir dan negara dipulihkan dengan stabilitas, belas kasihan untuk para martir, dan penyembuhan bagi yang terluka,” kata Perdana Menteri Maeen Abdulmalek.

Kecaman dan kutukan juga datang dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, di antaranya:

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab, Anwar Gargash

“Hasutan, sabotase, kekerasan dan terorisme akan gagal dalam menghadapi proyek perdamaian yang dipimpin oleh Arab Saudi untuk kebaikan Yaman dan kawasan.”

Kementerian Luar Negeri Pakistan

“Kami percaya serangan ini tidak hanya dapat dikutuk sebagai tindakan kekerasan dan terorisme yang tidak masuk akal, tetapi juga tercela sebagai upaya untuk merusak apa yang telah dilakikan oleh Kerajaan Arab Saudi, dan hasil positifnya, yang bertujuan untuk mendorong perdamaian dan keamanan yang lebih baik. di Yaman.”

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yordania

“Yordania mengecam keras serangan teror pengecut ini, penolakannya terhadap semua bentuk kekerasan dan terorisme, yang bertujuan untuk menggoyahkan keamanan dan stabilitas Yaman.”

Kementerian Luar Negeri Bahrain

“Tindakan teroris ini mencerminkan tekad yang jelas dari milisi teroris Houthi untuk melanjutkan serangannya terhadap institusi dan instalasi sipil serta menggoyahkan keamanan dan stabilitas di Yaman.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini