7 Pemain Madrid Dipastikan Absen Lawan Villarreal

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane tengah dipusingkan dengan absennya beberapa pemain. Setidaknya ada tujuh pemain tak bisa main lawan Villarreal.

Madrid akan menghadapi Villarreal di Stadion de la Ceramica, Sabtu 21 November 2020. Di laga nanti, Madrid tak bisa diperkuat tujuh pemain dengan alasan berbeda.

Sergio Ramos tak bisa tampil setelah mengalami cedera ketika memperkuat Spanyol di UEFA Nations League. Kapten Madrid itu juga dipastikan absen saat Madrid menghadapi Inter Milan di Liga Champions tengah pekan nanti.

Madrid juga kehilangan Karim Benzema yang mengalami cedera saat melawan Valencia tepat sebelum jeda internasional. Kehilangan Benzema menjadi kerugian besar karena mampu mencetak gol di empat laga beruntun.

Pengganti Benzema, Luka Jovic juga tak bisa main. Pemain asal Serbia dinyatakan positif Covid-19 saat memperkuat negaranya di UEFA Nations League. Eder Militao dan Casemiro tak bisa main meskipun sudah negatif Covid-19. Hasil tes baru keluar Jumat kemarin dan sebagai langkah pencegahan, keduanya tak masuk dalam tim.

Dua pemain lain yang absen karena cedera adalah Fede Valverde dan Alvaro Odriozola. Meski demikian, ada beberapa pemain yang sudah pulih, seperti Dani Carvajal, Lucas Vazquez, Nacho Fernandez, dan Eden Hazard.

Daftar skuat Madrid

Kiper: Thibaut Courtois, Andriy Lunin, Diego Altube.
Bek: Dani Carvajal, Raphael Varane, Nacho Fernandez, Marcelo, Ferland Mendy, Victor Chust.
Gelandang: Toni Kroos, Luka Modric, Martin Odegaard, Isco, Oscar Aranda.
Penyerang: Eden Hazard, Marco Asensio, Lucas Vazquez, Vinicius Junior, Mariano Diaz, Rodrygo Goes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini