4.953 Aparat Bakal Kawal Konser Putih Bersatu Jokowi di GBK

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-4.953 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga dan mengatur jalannya arus lalu lintas pada saat pelaksanaan kampanye terbuka pasangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Ma’ruf Amin di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu 13 April 2019.

Kampanye bertajuk ‘Konser Putih Bersatu’ itu akan dimulai pukul 14.00-17.00 WIB.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas, petugas akan menurunkan tim untuk mengurai kemacetan yang berpatroli di sepanjang jalan menuju GBK.

“Anggota yang mengatur lalin akan ada dari Ditlantas 2.563 personel, Korlantas 330 personel, Pom TNI 60 personel, Dishub 1.000 personel dan Satpol PP 1.000 personel,” katanya.

Polisi rencananya akan menyiapkan rekayasa lalu lintas pada saat pelaksanaan kampanye terbuka itu.

Tak hanya menyiapkan rekayasa lalu lintas, Ditlantas juga menyediakan kantong-kantong parkir di sekitar GBK. Masyarakat yang ingin menghadiri kampanye terbuka bisa memarkirkan kendaraannya di lokasi yang telah disediakan.

Penggagas Konser Putih Bersatu Abdee Negara, sebelumnya melalui keterangan tertulis mengatakan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan hadir di acara tersebut.

Konser Putih Bersatu, katanya, merupakan kerja sama dan diselenggarakan oleh berbagai elemen masyarakat dari berbagai komunitas dan relawan yang melebur diri dalam gerakan #BarengJokowi. Pagelaran ini akan menampilkan lebih dari 500 artis, musisi, budayawan dan seniman.

Acara ini, klaim Abdee, akan dihadiri 1.000 perwakilan tokoh masyarakat, serta lebih dari 150 ribu lebih anggota masyarakat yang tergabung dalam 138 komunitas seperti kelompok alumni, olahragawan, pegiat fotografi-videografi, komunitas bela diri, skateboarders, barisan warung Tegal, pemijat refleksi, advokat, pengusaha truk, dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini