26 WNA Ditangkap Bareskrim Polri Terkait Kejahatan Penipuan Lintas Negara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Sebanyak 26 warna negara asing (WNA) ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri terkait tindak pidana penipuan dengan menggunakan sarana media elektronik (Sindikat Transnational Fraud).

“Pengakuan ini berawal dari tim Bareskim dari pelaksanaan konferensi Asia, dimana isu penipuan lintas negara adalah isu yang hangat dibahas karena melibatkan korbannya di beberapa negara,” kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian kepada wartawan, Selasa 15 Maret 2022.

“Sekembalinya dari sana, kemudian Dit Tipidum melakukan penyelidikan-penyelidikan dan salah satu nama muncul sebagai pelaku atau coordinator jaringan dari penipuan lintas negara ini,” katanya.

Lalu, dari hasil penyelidikan itu dilakukan penindakan pada Senin 14 Maret 2022, yang berawal dari satu unit rumah yang beralamat di klaster Melodi 5, No 19, PIK, Penjaringan Jakarta Utara. Di sana, anggotanya mengamankan enam orang terduga pelaku.

Kemudian dari proses interogasi yang dilakukan di TKP, kemudian berkembang lagi di TKP kedua yaitu di Perumahan Harmoni 5 PIK 2, kami berhasil mengamankan 1 orang,” ujarnya.

“Kemudian, berkembang lagi ke TKP 3, yaitu di Jalan Pluit Utara Raya, no 36, Penjaringan, Jakarta Utara berhasil lagi diamankan 4 orang dan yang terakhir dikembangkan ke perumahan Citra Grand Kawasan Nusa 2 blok d 2 no. 10, RT 02, RW 11, Jatikarya, Kota Bekasi,” katanya.

Selanjutnya, dari lokasi keempat pihaknya mengamankan sebanyak 15 orang serta menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut serta paspor dari masing-masing terduga pelaku itu.

“Dari para pelaku yang diamankan sebanyak 26 orang, penyidik berhasil mengidentifikasi bahwa dari 26 orang tersebut 22 diantaranya adalah Warga Negara China, dan 4 lainnya adalah warga Negara Taiwan. Dari 26 orang itu, terdiri dari 16 laki-laki dan 10 wanita,” sebutnya.

Selain itu, terkait dengan kasus ini sendiri saat ini telah diserahkan atau dilimpahkan ke Imigrasi. Mengingat, para korban yang menjadi sasaran terduga pelaku merupakan WNA yang ada di Cina.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini