Mengenal Gus Baha, Sederhana dan Jadi Panutan Muslim Milenial

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nama KH Bahauddin Nursalim alias Gus Baha belakangan ini selalu dielu-elukan kaum milenial dan mereka yang haus dengan keilmuan, tanpa harus mencela atau mengkafir-kafirkan orang lain.

Gus Baha adalah oase di tengah maraknya ustaz-ustaz lain yang hanya mementingkan popularitas. Bahauddin menampilkan wajah Islam yang bebeda, sejuk dan menjawab masalah-masalah kekinian.

Lahir pada 15 Maret 1977 di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, kiai ini adalah putra ulama pakar Alquran, KH Nur Salim Al Hafizh dari Narukan, Kragan, Kabupaten Rembang. Gus Baha telah mengkhatamkan Alquran beserta Qiro’ahnya dengan didikan yang ketat dari sang ayah.

Ia kini menetap di Yogyakarta dan memiliki banyak murid. Gus Baha menjadi terkenal setelah banyak video pengajiannya tersebar di YouTube. Tampak keilmuannya yang dalam, dengan peringai yang santai, menjawab satu per satu masalah umat dengan argumentasi-argumentasi renyah, dan menenangkan.

Gus Baha pada usia remaja mondok di Pesanten Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, di bawah asuhan ulama kharismatik, almarhum KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Di pesantren inilah ia banyak ditempa hingga menjadi sosok yang hebat.

Saat di pesantren inilah, Gus Baha mengkhatamkan hafalan Shohih Muslim lengkap dengan matan, rowi dan sanadnya. Selain Shohih Muslim beliau juga mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu’in dan kitab-kitab gramatika arab seperti ‘Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik.

Disebutkan bahwa Gus Baha adalah santri pertama Mbah Moen yang memegang rekor hafalan paling banyak. Wajar ia sampai dijuluki santri kesayangan Mbah Moen, dan dipercaya mendampingi sang kiai dalam segala urusan.

Sejak 2006 hingga kini, Gus Baha adalah Ketua Tim Lajnah Mushaf UII dan Dewan Tafsir Nasional, bersama para ahli tafsir Alquran ternama, seperti Prof Quraish Shihab dan Prof Zaini Dahlan. Gus Baha pernah ditawari gelar Doctor Honoris Causa dari UII, namun ia menolaknya, karena merasa sebagai pendatang baru dan berlatar belakang pendidikan non formal.

Posisi beliau selalu di dua keahlian, yakni sebagai Mufassir seperti anggota lajnah yang lain, juga sebagai Faqihul Qur’an yang mempunyai tugas khusus mengurai kandungan fiqh dalam ayat-ayat ahkam Alquran.

1 KOMENTAR

  1. Alhamdulillah, Puji Syukur ke hadlirat Allah dengan ditampilkannya Gus Baha di tengah kegersangan “panutan” yang dirasakan masyarakat bangsa. Bukan saja tinggi ilmunya, luas wawasannya, tapi juga kesederhanaannya, sikap hidupnya, yang saya kagumi dan saya ikuti. Terima kasih

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini