Usai Jakarta, 72 Mal di Jawa Barat Serentak Buka pada 30 Mei

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Setelah Jakarta, rencana 72 mal di bawah naungan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat (Jabar) bersiap kembali untuk membuka operasional mereka setelah sejak akhir Maret lalu ditutup sementara imbas pandemi corona.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Barat (Jabar) Arman Hermawan.

Ia mengatakan usai masa pemberlakukan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) pada 29 Mei nanti, 72 mal ini akan membuka operasionalnya. Namun pembukaan ini tetap mengutamakan protokol kesehatan sesuai dengan masa penerapan New Normal yang bakal mulai diterapkan pemerintah Indonesia.

“Tentunya tanggal 30 itu tidak bisa buka 100 persen ya, kita coba buka dulu, ibaratnya soft opening lah. Kita mengatur segala sesuatunya dengan baik, mungkin seminggu setelah itu baru bener-bener bisa buka full,” kata Arman, Rabu 27 Mei 2020.

untuk Kesiapan mal di Jawa Barat dalam menyambut New Normal, Arman menyebut, 72 mal ini sudah beberapa kali melakukan persiapan atau simulasi di masing-masing pusat perbelanjaan terhadap untuk melakukan standar protokol kesehatan.

Adapun standar utamanya mulai dari penjagaan di pintu-pintu masuk, yaitu dengan termogram atau termometer untuk mengecek suhu tubuh para pengunjung dan karyawan toko maupun karyawan dari pusat belanja itu sendiri.

Penggunaan masker pun wajib bagi setiap pengunjung dan karyawan toko. Termasuk keberadaan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di setiap titik pintu masuk-keluar dari eskalator maupun pintu masuk lift.

Pihaknya pun bakal melakukan penyemprotan berkala disinfektan di dalam area pusat belanja maupun sekitarnya.

Di sisi lain, Arman menyebut, akan membatasi kapasitas kunjungan ke pusat perbelanjaan maupun di dalam tenant dengan membatasi  jumlah kepadatan pengunjung. Hal ini dilakukan dengan cara checker atau counting kendaraan yang masuk maupun pengunjung yang masuk.

Sementara itu Arman menyampaikan, usai melakukan soft opening serentak di 72 mal, APPBI Jawa Barat akan mengevaluasi sejauh mana kesiapsiagaan pusat perbelanjaan maupun tenant-tenant dalam mengikuti arahan masa New Normal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini