Terungkap! Wanita yang Meninggal Bersama AKP Novandi Bernama Fatimah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Nama korban wanita yang ikut meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal bersama AKP Novandi Arya Kharisma yang berujung terbakarnya mobil sedan Toyota Camry di Jalan Raya Pasar Senen, JakartaPusat, akhirnya terungkap.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi atas nama Fatimah.

“Ya betul yang bersangkutan Fatimah,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan

Menurut informasi yang dihimpun Fatimah merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia atau PSI.

Juru Bicara PSI Sigit Widodo mengatakan Fatimah dikenal aktif di kepengurusan DPD PSI Banjarmasin, terutama di divisi aksi sosial dan bencana. Namun, Fatimah sudah beberapa bulan mundur dari kepengurusan, sebab memilih tinggal di Jakarta.

Korban tewas bersama AKP Novandi, yang merupakan putra Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, dalam kecelakaan tunggal di Senen, Jakarta Pusat, Senin 7 Februari 2022 sekitar pukul 00.30 WIB.

Sebelumnya, pihak kepolisian menemukan kartu berobat atas nama perempuan berinisial F dalam mobil. Meski terdapat kartu nama maupun pengenal seperti KTP di lokasi kecelakaan, polisi masih memastikan jenazah korban kedua itu berdasarkan pemeriksaan forensik.

Pihak kepolisian pun tidak ingin menyimpulkan bahwa korban lainnya ialah seorang perempuan. Identifikasi terhadap korban masih dilakukan karena kondisi kedua jenazah terbakar 100 persen saat dikirimkan ke RSCM.

Saat ini, Polda Metro Jaya tengah memeriksa rekaman kamera tilang elektronik (Electronic Traffic Law Enforcement/ ETLE) dalam lanjutan penyidikan kasus kecelakaan tunggal itu untuk mencari siapa pengemudi dalam kecelakaan maut tersebut.

Sebelumnya, polisi menginformasikan satu korban kecelakaan merupakan anggota Polri atas nama AKP Novandi Arya Kharizma. Dia juga merupakan anak Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Didiet Setiobudi menyampaikan, identitas korban berhasil diketahui berdasarkan pencocokan data gigi atau odontogram. Petugas telah mengumpulkan berbagai data yang dibutuhkan, termasuk DNA, riwayat cek kesehatan, hingga fotografi.

“Alhamdulillah jenazah pertama ini kami dapatkan data atau masukan yang bersangkutan adalah seorang kita memiliki data-data odontogram dan kita dapat memastikan yang bersangkutan dari data odontogram,” ujar Didiet di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa 8 Februari 2022.

Menurut Didiet, pihaknya juga bekerja sama dengan Polda Kalimantan Timur untuk mendapatkan data odontogram. Sementara diketahui, AKP Novandi memang bertugas di Polda Kalimantan Timur.

“Data gigi geliginya ini data odontogram yang dapat kami bisa kasih lihat, ada beberapa bagian yang menentukan atau yang menunjukan bahwa 100 persen yang bersangkutan bisa dipastikan bernama Novandi Arya Kharizma, usia 31 tahun. Kita bisa menegakkan diagnosa, menegakkan identifikasinya dengan cara odontogram,” kata Didiet.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arga Dija Putra menerangkan, berdasar analisis di lapangan, diduga pengemudi berkendara dengan kecepatan tinggi.

“Berapa kecepatan Itu masih penyelidikan keterangan dari saksi dan anggota di lapangan,” kata dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini