Rumah Eks Anggota DPRD Kota Bandung Diduga Jadi Pabrik Narkoba

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Polda Jabar menggerebek sejumlah rumah yang diduga dijadikan pabrik narkoba diduga jenis Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC).

Mengutip Republika.co.id. rumah No E 8 Komplek Pemda, RT 3 RW 4 Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, merupakan aset Pemkot Bandung. Lahan tersebut awalnya diperutukan bagi anggota DPRD dan pejabat Pemkot Bandung di era tahun awal 2003 saat Wali Kota Bandung dijabat Aa Tarmana.

Setiap anggota DPRD Kota Bandung saat itu, mendapat ‘jatah’ kavling yang luasnya rata-rata sekitar 200 hingga 250 meter persegi. Selain anggota Dewan, banyak juga mantan pejabat dan ASN Pemkot Bandung yang memiliki lahan dengan cara disewa tersebut.

Namun lambat laun, kavling-kavling tersebut mulai berpindah tangan ke masyarakat umum. Salah satunya rumah yang digunakan untuk memproduksi pil PCC.

‘’Luas lahan Kompleks Pemda ini sekitar lima hektare. Namun baru separuh saja yang sudah dibangun rumah. Sisanya masih berupa kavling,’’ kata Solih Cucu (60 tahun) tokoh masyarakat setempat kepada Republika.co.id.

Solih yang tinggal di Kompleks Pemda itu mengaku, tak mengetahui siapa pemilik pabrik narkoba. Pemilik rumah, kata dia, tak pernah melapor ke pengurus RT setempat. Sepengetahuannya, rumah tersebut milik pribadi.

Namun, dia mengaku, tidak tahu kalau rumah itu dijadikan pabrik pembuatan narkoba. ‘’Tidak ada kecurigaan sama sekali. Kalau siang memang sepi dan jarang orang keluar masuk rumah ini. Tahunya jadi tempat pembuatan narkoba saat banyak petugas BNN datang ke lokasi,’’ katanya.

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari, mengatakan, temuan awal timnya menyita mesin pencetak pil berukuran besar, kemudian oven untuk mengeringkan, alat pengaduk bahan baku, tepung powder, bahan cair kimia, dan beberapa kemasan pil yang siap edar berjumlah kurang lebih 25 dus.

“Isinya itu kurang lebih ada 2 juta pil PCC, Tetapi untuk total barang bukti nanti akan kami sampaikan selengkapnya kepada media,” katanya.

Arman menuturkan tidak menutup kemungkinan barang bukti lainnya masih ditemukan. Sebab, sampai saat ini jajaran tim gabungan terus melakukan penggeledahan. Bahkan untuk memastikan jenis bahan baku yang digunakan untuk memproses pil itu perlu uji tes labolatorium.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Papua Jadi Prioritas Pembangunan Nasional untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan

Oleh: Yohanes Kogoya*Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kesejahteraanmasyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan bangsa. Dalam konteks pembangunan nasionalsaat ini, Papua menempati posisi yang semakin strategis, bukan hanya sebagai wilayah terdepan Indonesia di kawasan Pasifik, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki potensisumber daya alam melimpah untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Berbagaikebijakan dan program yang dijalankan pemerintah menunjukkan bahwa Papua kini menjadibagian penting dalam agenda pembangunan Indonesia yang berorientasi pada pemerataan dan keberlanjutan.Komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Papua mendapat penegasan langsung dari Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming. Menurutnya, paradigma pembangunan nasional saat ini telah bergeser dari yang sebelumnya berorientasi pada Pulau Jawa menjadi pembangunan yang berpusat pada seluruh wilayah Indonesia. Papua pun ditetapkan sebagaisalah satu prioritas pembangunan nasional melalui berbagai program strategis, mulai daripembangunan infrastruktur, rumah sakit, Sekolah Rakyat, pasar, program Makan BergiziGratis, hingga pengembangan kawasan ekonomi dan konektivitas melalui Trans...
- Advertisement -

Baca berita yang ini