Pelaku Pemukulan terhadap Ade Armando Ditangkap

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pelaku pemukulan saat aksi demo terhadap pegiat media sosial Ade Armando telah ditangkap oleh polisi. Dirinya dipukuli saat demo 11 April 2022 berlangsung di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

“Sudah beberapa kita amankan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan, Senin 11 April 2022.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail mengenai pelaku pemukulan terhadap Ade Armando. Pihaknya hanya memastikan, bahwa pelaku bukan petugas.

“Bukan dilakukan oleh petugas, tetapi dilakukan oleh massa aksi, kita belum tahu persoalannya,” kata Zulpan.

Kondisi Ade Armando terluka di bagian wajahnya akibat dipukul massa. Bahkan, ia juga sempat dilucuti.

Belum diketahui pasti penyebab Ade Armando dipukuli massa. “Iya jelas dalam penanganan kepolisian, tetapi untuk penyebabnya apa kita belum bisa sampaikan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PSN di Papua Berdampak Penguatan Ekonomi Masyarakat Lokal

*) Oleh: Yohanes MuribProgram Strategis Nasional (PSN) yang saat ini dijalankan pemerintah merupakansalah satu instrumen penting dalam memperkuat fondasi pembangunan Indonesia di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Selain diarahkan untuk memperkuatketahanan pangan nasional, program ini juga membawa misi yang lebih luas, yaknimenciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan hingga ke daerah-daerah. Papua menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untukmemperoleh manfaat dari implementasi program tersebut. Dengan kekayaan sumberdaya alam, keragaman pangan lokal, dan posisi strategis di kawasan timur Indonesia, Papua memiliki peluang untuk menjadi bagian penting dalam agenda pembangunannasional.Dalam pandangan Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum, Steve Mara, PSN merupakan langkah strategis yang menunjukkan keseriusan pemerintah di bawahkepemimpinan Presiden Prabowo Subianto...
- Advertisement -

Baca berita yang ini