Kualifikasi Piala Asia U-17 2023: Garuda Muda Libas Guam 14-0

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Penampilan perdana Garuda Junior di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 sangat memukau. Pasalnya, timnas Indonesia U-17 ini berhasil mempecundangi Guam dengan skor 14-0 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin 3 September 2022 malam WIB.

Indonesia berhasil menang dengan skor 14-0 pada pertandingan kali ini. Arkhan Kaka menjadi bintangnya melalui torehan empat gol.

Mengenai jalannya pertandingan, timnas Indonesia U-17 akhirnya membuka skor pada menit kedelapan. Arkhan Kaka memaksimalkan bola luar di daerah kotak penalti setelah kiper Guam tidak meredam ancaman dengan sempurna.

Tiga menit kemudian, Arkhan Kaka kembali berhasil mencetak gol untuk Indonesia. Bola menyusur tajam ke pojok bawah gawang Guam dan Indonesia pun unggul 2-0.

Menit ke-22, Indonesia melakukan dua percobaan untuk mencetak gol. Namun, tembakan Arkhan Kaka dan Nabil Asyura gagal menerobos pertahanan rapat Guam.

Sebuah tandukan dari Arkhan Kaka mengenai lengan seorang pemain Guam. Wasit menghadiahi penalti dan Indonesia pun unggul 3-0 pada menit ke-26. Kembali melalui Arkhan Kaka yang melengkapi hattrick-nya.

Menit ke-27, sebuah tandukan dari Narendra Tegar membuat Indonesia unggul empat gol. Umpan dari Rizdjar Nurviat Subagja begitu apik hingga mudah ditanduk.

Pada menit ke-32, Indonesia mencetak gol kelima melalui Riski Afrisal. Muncul tiba-tiba di kotak penalti, Riski Afrisal melakukan diving header untuk memperlebar keunggulan tim asuhan Bima Sakti.

Menit ke-35, Timnas Indonesia kembali mencetak gol. Arkhan Kaka mencetak gol keempatnya dengan menunjukkan naluri mencetak gol yang ganas.

Menjelang jeda turun minum, Indonesia sukses mencetak gol ketujuhnya melalui Sulthan Zaky. Dia memaksimalkan bola di kotak penalti lewat tendangan first time.

Pada babak kedua, Timnas Indonesia U-17 langsung mencetak dua gol. Sebuah gol bunuh diri dari pemain Guam dilanjutkan dengan gol dari Jehan Pahlevi yang baru masuk dari bangku cadangan selepas jeda turun minum.

Menit ke-59, Indonesia mencetak gol ke-10-nya melalui Muhammad Gaoshirowi. Dia memanfaatkan sebuah umpan tarik di dalam kotak penalti.

Pada menit ke-80, Indonesia mencetak gol ke-11-nya. Habil Abdillah mencetak gol setelah umpan silangnya langsung masuk ke gawang Guam.

Indonesia kemudian mencetak gol ke-12 pada menit ke-84. Figo Dennis mendapatkan bola di pinggir kotak penalti dan melepaskan tembakan keras setengah voli yang tak mampu dihentikan kiper Guam.

Menjelang waktu normal habis, pemain Guam Nicholas Cargualaf menerima kartu kuning keduanya dan Indonesia dihadiahkan tendangan penalti. Nabil Asyura menyelesaikan tugasnya dengan baik untuk menjadikan skor 13-0.

Pada menit-menit terakhir, Indonesia mencetak gol ke-14-nya. Ji Da Bin menyelesaikan serangan balik dengan mengirim bola ke pojok bawah gawang dan membuat laga ditutup dengan skor 14-0.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini