Korban Meninggal Akibat Virus Corona Tembus 3 Ribu Jiwa, 65 Negara Terinfeksi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Korban meninggal akibat virus corona makin tidak terbendung. Saat ini secara global jumlahnya baru saja melewati angka 3 ribu. Sebagaimana dilaporkan AFP, lonjakan terjadi setelah Cina melaporkan lebih dari 42 kematian baru, Senin 2 Maret 2020.

Komisi Kesehatan  Nasional Cina mengatakan Kematian baru itu semua ada di provinsi Hubei. Sehingga jumlah seluruh korban di Cina menjadi 2.912 orang.

Meski begitu, angka kasus terinfeksi dikonfirmasi menurun. Dari otoritas yang sama, hanya ada enam kasus baru di luar provinsi Hubei, di mana corona jenis baru ini berasal.

Sementara itu, corona terus menyebar di sejumlah negara di luar Cina. Kemarin Amerika Serikat dan Australia melaporkan kasus kematian pertama karena corona.

Menurut WHO, virus ini sepertinya menyerang mereka yang berusia lebih dari 60 tahun. Selain itu, korban tewas juga sudah menderita penyakit lain sebelumnya.

Badan itu mencatat kebanyakan orang yang terinfeksi corona, hanya mengalami gejala ringan. Hanya 14 persen yang menderita pneumonia dan lima persen yang kritis.

Berdasarkan data Arcgis by Johns Hopkins Senin pagi, ada 65 negara yang kini terjangkit corona.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini